Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Tersungkur! Sempat Jatuh Hampir 5% di Awal Pekan

IHSG Tersungkur! Sempat Jatuh Hampir 5% di Awal Pekan Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 4% pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5), di tengah tekanan pasar global, lonjakan harga minyak dunia, dan pelemahan nilai tukar rupiah. IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah 6.398,79 sebelum memangkas pelemahan dan ditutup turun 1,85% ke level 6.599,24.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks dibuka di level 6.628,98, sempat menyentuh level tertinggi 6.631,28, lalu tertekan tajam hingga menyentuh titik terendah intraday 6.398,79. Posisi tersebut berarti IHSG sempat terkoreksi sekitar 4,83% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.723,32.

Tekanan jual juga tercermin dari pelemahan kapitalisasi pasar yang turun menjadi Rp11.538 triliun. Aktivitas transaksi mencapai Rp20,47 triliun dengan volume 29,73 miliar saham dan frekuensi 2,54 juta kali transaksi. Sebanyak 647 saham terkoreksi, sementara hanya 129 saham menguat dan 183 saham stagnan.

MNC Sekuritas menyebut koreksi pada awal perdagangan terjadi sejalan dengan pelemahan bursa global dan regional Asia. Seluruh sektor perdagangan tercatat berada di zona merah.

Baca Juga: Gejolak Rupiah dan IHSG, Netizen Khawatir Badai Ekonomi Baru Akan Dimulai

Baca Juga: IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Jangan Takut: Serok Bawah Sekalian!

“Seluruh sektor terpantau terkoreksi dipimpin oleh IDXBasic (-4,76%), IDXInfra (-3,08%), dan IDX Industrial (-2,26%),” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.

Tekanan pasar disebut dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap faktor eksternal. Konflik geopolitik yang masih berlangsung dinilai meningkatkan sentimen risk off di pasar keuangan global.

Selain itu, harga minyak mentah dunia yang kembali menembus level US$100 per barel ikut menambah tekanan terhadap aset berisiko. Di saat bersamaan, rupiah juga bergerak melemah hingga berada di atas level psikologis Rp17.500 per dolar AS.

“Kami perkirakan, konflik geopolitik yang masih berjalan menekan pasar global, di sisi lain kekhawatiran investor meningkat dengan adanya kenaikan harga minyak mentah yang kembali berada di atas US$100/barel dan nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di atas level psikologis >Rp17.500/USD,” tulis MNC Sekuritas.

Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG masih bergerak dalam tren penurunan. Area koreksi di level 6.644 disebut telah tercapai dan indeks diperkirakan bergerak menuju area penutupan celah (gap) pada kisaran 6.538–6.585.

Baca Juga: IHSG Longsor, Rupiah Melemah: Omongan Prabowo dan Serangan Media Asing Jadi Sorotan

Baca Juga: IHSG Dibuka Merah, Menkeu Purbaya: Sehari Dua Hari Balik

Di sisi saham, tekanan terbesar terlihat pada saham-saham kapitalisasi besar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar top losers setelah turun 14,98%, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 14,88%.

Sementara dari sisi kapitalisasi pasar, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 0,31% ke level 3.190. Adapun PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi 2,59%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri