Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hanya 20% Konten Bermasalah Ditindak, Komdigi Desak Platform Perketat Pengawasan

Hanya 20% Konten Bermasalah Ditindak, Komdigi Desak Platform Perketat Pengawasan Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan platform digital global terhadap permintaan moderasi konten pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan tingkat kepatuhan platform saat ini baru berada di kisaran 20%, di tengah maraknya penyebaran konten berbahaya di ruang digital Indonesia.

Menurutnya, pemerintah kini mendorong platform digital global agar membuka kapasitas pengawasan secara lebih transparan.

“Kita minta transparansi, kita minta penjelasan mengenai sumber daya pengawasan mereka,” ujar Meutya, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026). 

Ia mengatakan Komdigi tidak lagi hanya menerima laporan sepihak dari platform terkait pengawasan konten di Indonesia. Pemerintah kini meminta penjelasan mengenai jumlah moderator, sistem pengendalian, hingga kapasitas pengawasan yang digunakan untuk menangani penyebaran konten berbahaya.

Meutya menuturkan sebagian besar platform digital global belum dapat menjelaskan kemampuan pengawasan mereka secara rinci, termasuk dalam menangani konten perjudian daring, pornografi, hoaks kesehatan, hingga disinformasi.

Baca Juga: Komdigi Blokir Ribuan Nomor Penipu Berkedok Pejabat dan Anggota DPR

Baca Juga: Jadi yang Pertama, Roblox Patuhi Aturan Perlindungan Anak PP TUNAS di Indonesia

Baca Juga: 8 Platform Patuh, Komdigi Tetap Awasi Ketat Implementasi PP Tunas

“Sampai saat ini ketika kita sidak misalnya sebagai contoh Meta, mereka belum dapat menjelaskan kepada kita berapa banyak orang yang mereka rekrut untuk melakukan pengawasan ruang digital di Indonesia,” kata Meutya.

Rendahnya tingkat kepatuhan tersebut, kata dia, berdampak terhadap lambatnya penanganan berbagai konten bermasalah. Pemerintah mencatat sejumlah isu seperti judi onlinedeepfake pornografi, penipuan digital, dan hoaks kesehatan masih banyak ditemukan di ruang digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri