Kredit Foto: Azka Elfriza
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pembentukan PT DSI merupakan bagian dari langkah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola perdagangan ekspor-impor nasional.
“Ini salah satunya cara presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia,” ujar Pandu.
Menurut Pandu, PT DSI akan menjalankan sejumlah fungsi, mulai dari memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan, memastikan transaksi berlangsung akuntabel dan sesuai harga pasar, mengoptimalkan pengelolaan devisa negara, hingga melakukan konsolidasi data dan tata kelola untuk meningkatkan efisiensi sektor.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Ekspor SDA Satu Pintu, Danantara Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia
Baca Juga: Airlangga Sebut Transisi Ekspor SDA Dilakukan Bertahap dan Akan Dievaluasi 3 Bulan
Pembentukan PT DSI muncul bersamaan dengan upaya pemerintah memperketat pengawasan tata niaga komoditas strategis melalui skema ekspor yang lebih terintegrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Rohan juga memaparkan data praktik export under invoicing yang diperkirakan menyebabkan kerugian negara mencapai US$908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun sepanjang 1991–2024.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: