Kredit Foto: Unsplash/Jens Aber
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah tenggara Bitung dan Manado pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 08.05.09 WIB atau 09.05 WITA dengan pusat gempa berada di laut sekitar 124 kilometer tenggara Bitung.
Baca Juga: Gempa M5,9 Guncang Manado Pagi Ini, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 1,07 Lintang Utara dan 126,18 Bujur Timur dengan kedalaman 26 kilometer.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal akibat aktivitas tektonik di kawasan perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Meski kekuatan gempa tergolong cukup signifikan dan terasa di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, BMKG menegaskan gempa tidak memenuhi parameter pembangkit tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam informasi resmi yang dirilis sesaat setelah kejadian.
Kepastian itu membuat masyarakat pesisir diminta tetap tenang dan tidak panik terhadap isu tsunami yang beredar.
BMKG juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi setelah gempa utama.
Warga diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dan menghindari area rawan apabila muncul getaran lanjutan.
Hingga kini belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Baca Juga: Pernah Pecah Kini Jadi Mitra Tanpa Batas, Tarik Ulur Hubungan Rusia dan Cina
Wilayah Sulawesi Utara sendiri merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas kegempaan tinggi karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif di Indonesia timur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar