Meski Minim Pertumbuhan, INDEF Klaim MBG Tetap Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru
Kredit Foto: Istimewa
Walaupun secara agregat dampak Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dinilai masih berdampak kecil, program ini dipastikan tetap membawa angin segar bagi sektor ketenagakerjaan informal di tingkat akar rumput.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti memaparkan secara objektif bahwa program ini tetap memiliki sumbangsih tersendiri.
"Untuk penciptaan lapangan pekerjaan ada dampaknya. Semua itu ada dampak positifnya, tetapi dampaknya sangat kecil terhadap pertumbuhan ekonomi makro," terang Esther saat dihubungi Warta Ekonomi, Minggu (24/5/2026).
Akan tetapi, Esther juga mengatakan berdasarkan riset Indef terkini, dampak positif dari program MBG tersebut masih bersifat temporer atau sementara.
"Ya kalau misalnya dia punya dampak itu hanya sifatnya temporer gitu. Hanya bersifat sementara. Karena kalau selesai MBG, ya selesai dong, (pekerja di dapur SPPG)," jelas Esther.
Pernyataan Esther tersebut, memberikan gambaran bahwa dampak program MBG saat ini masih bertindak sebagai program jaring pengaman sosial dan kesehatan masyarakat. Posisinya yang diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi utama berskala nasional, masih dipandang terlalu dini.
Pernyataan tersebut dapat dibuktikan berdasarkan hasil riset Indef yang bertajuk Dampak Realokasi Anggaran Melalui Program MBG terhadap Kinerja Indikator Ekonomi: Sebuah Model Overlaping Generation Indonesia (OG-IDN). Riset yang digawangi oleh M. Rizal Taufikurahman & Tim ini menunjukkan temuan MBG memberikan dampak makroekonomi yang positif namun capaiannya relatif kecil dan bersifat transisional.
Dalam riset tersebut, Indef memandang MBG dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui perbaikan kesehatan dan pendidikan, yang mendorong kenaikan moderat PDB dan stok modal pada fase awal ketika kohort penerima memasuki usia produktif.
Baca Juga: INDEF Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Pasar Mobil Listrik Impor
Baca Juga: Ekonom Bongkar Penyebab Utang RI Naik, Bukan karena MBG!
Hal ini disebutkan berdasarkan proyeksi Intervensi gizi yang dipandang mampu mendorong kenaikan produktivitas tenaga kerja total sebesar 0,7% pada tahun keenam implementasi. Kenaikan ini ditopang oleh kanal kesehatan yang membuahkan hasil 0,2% di tahun kedua, serta kanal pendidikan yang menyumbang produktivitas 0,5% di tahun keenam.
Lebih lanjut, Indef menemukan jelang akhir tahun 2025 (data hingga 15 Desember), realisasi anggaran program MBG telah mencapai angka Rp 52,9 Triliun, atau setara dengan 74,6% dari total pagu APBN sebesar Rp 71 Triliun. Distribusi program ini telah menjangkau 50,7 juta penerima manfaat dari total target keseluruhan 82,9 juta sasaran.
Sedangkan untuk implementasi lapangan secara langsung, MBG dapat menggerakkan ekonomi akar rumput dengan melibatkan 17.555 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) dan sukses menyerap 741.985 tenaga kerja. Skema pendanaan terbukti netral dan tidak menambah total defisit APBN, karena sepenuhnya didanai menggunakan strategi realokasi antar-pos belanja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: