Kredit Foto: Istimewa
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka.
Melalui akun Instagram resminya, pengurus mengingatkan bahwa komunitas ini merupakan wadah bagi siapa saja yang pernah menjadi bagian dari sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan akun resmi @infokagama. Dalam narasi tertulisnya, Info Kagama menegaskan esensi organisasi tersebut bagi para anggotanya.
"Pernah kuliah di UGM tapi tidak lulus, apakah termasuk anggota Kagama?," tulis akun @infokagama dalam unggahan terbarunya.
KAGAMA menekankan bahwa ikatan emosional dan keanggotaan KAGAMA tidak melulu terbatas pada mereka yang memegang ijazah atau lulusan resmi UGM.
Lebih dari itu, KAGAMA merangkul siapa saja yang pernah mendedikasikan waktu, belajar, bekerja, atau terlibat dalam dinamika kampus kerakyatan tersebut.
"Sekali pernah jadi bagian dari UGM, maka otomatis jadi anggota dari sebuah keluarga, dalam Anggaran Dasar Hasil Munas Kagama 2014-2019-2024 bahwa anggota KAGAMA adalah mereka yang pernah terdaftar sebagai mahasiswa UGM termasuk yang telah yang telah lulus/menyelesaikan program diploma, sarjana, profesi, spesialis, magister atau dokter di UGM. Jadi selama pernah memiliki NIM UGM, secara otomatis menjadi anggota KAGAMA. Karena hubungan dengan almamater bukan hanya tentang kelulusan. Tapi juga tentang proses belajar, pengalaman, pertemanan, pengabdian, perjalanan hidup. Sekali pernah jadi bagian dari UGM, maka otomatis jadi anggota dari sebuah keluarga, yakni KAGAMA," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat