Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gila! Debut Veda Ega di Moto3 2026 Lebih Ganas dari Rossi dan Marquez

Gila! Debut Veda Ega di Moto3 2026 Lebih Ganas dari Rossi dan Marquez Kredit Foto: Instagram/veda_54
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berdasarkan klasemen terbaru Moto3 2026 usai seri Catalunya, Veda Ega Pratama kini menempati posisi kelima dengan koleksi 58 poin di musim debutnya. Persaingan papan atas masih dipimpin Maximo Quiles dengan 115 poin, disusul Adrian Fernandez dan Alvaro Carpe yang terus menjaga tekanan di barisan depan.

Selisih poin yang masih terbuka membuat peluang Veda untuk menembus tiga besar klasemen Moto3 2026 tetap sangat realistis. Jika konsistensi performa terjaga, pembalap Indonesia itu berpotensi menjadi kuda hitam dalam perebutan gelar musim ini.

Di tengah persaingan ketat tersebut, Veda Ega Pratama justru mencuri perhatian dunia setelah performa debutnya bersama Honda Team Asia langsung dinilai lebih impresif dibanding sejumlah legenda MotoGP. Nama besar seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez ikut terseret dalam perbandingan statistik awal karier.

Dalam lima seri awal Moto3 2026, Veda sukses mengoleksi 50 poin dan mencatat satu kali podium yang langsung membuatnya diperhitungkan sebagai rookie berbahaya. Catatan itu bahkan disebut lebih baik dibanding debut Rossi di kelas 125cc pada 1996 yang hanya mengumpulkan 46 poin tanpa podium dalam lima balapan awal.

Sementara Marc Marquez saat debut Grand Prix pada 2008 juga tercatat baru mengoleksi 10 poin setelah lima seri pertamanya, sehingga performa awal Veda dianggap jauh lebih kompetitif. Perbandingan ini membuat nama pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta tersebut mulai ramai diperbincangkan media internasional.

Perjalanan sensasi Veda dimulai sejak seri pembuka Moto3 Thailand 2026 ketika ia langsung finis di posisi kelima. Momentum terbesar terjadi di Moto3 Brasil 2026 saat ia sukses finis ketiga di Sirkuit Ayrton Senna dan mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Moto3.

Sejak itu, performa Veda terus stabil dengan finis keenam di Moto3 Spanyol dan posisi keempat di Le Mans, Prancis yang memperkuat posisinya di papan atas. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa adaptasi Veda di level Grand Prix berlangsung sangat cepat meski berstatus debutan.

Baca Juga: Ini Dia Tampang Honda City Facelift 2026, Radikal dan Fitur Lebih Mewah

Pengalaman dari ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup dan JuniorGP menjadi modal penting yang membentuk mental balap serta kemampuan membaca ritme lomba. Hal ini membuat Veda tampil lebih matang dibanding banyak rookie lain di Moto3 2026.

Kemunculan Veda Ega Pratama kini menjadi angin segar bagi dunia balap Indonesia karena mulai mampu bersaing di level tertinggi Grand Prix. Di tengah dominasi pembalap Eropa, ia muncul sebagai simbol harapan baru yang membuat persaingan Moto3 2026 semakin panas dan menarik untuk diikuti.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama