Anak Buah Minta Demonstran Jangan Hina Rudy Mas'ud: Itu Keturunan Nabi Muhammad!
Kredit Foto: Istimewa
Gelombang demonstrasi yang memanas di Kalimantan Timur kini berbuntut polemik baru. Pernyataan Staf Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno, mendadak jadi sorotan usai menegur keras massa aksi yang melontarkan sumpah-serapah kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.
Dalam pernyataannya, Sudarno mengingatkan para demonstran agar tidak sembarangan menghina Rudy Mas’ud karena menyebut sang gubernur memiliki garis keturunan Nabi Muhammad SAW.
Untuk diketahui, Syarifah merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada perempuan yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.
“Itu Gubernur Rudy Mas’ud ibunya Syarifah. Hajah Syarifah Rufaidah. Kemudian istrinya Syarifah Suraidah, itu cucu dari kanjeng Nabi Muhammad. Kamu enak-enak aja laknat-laknat orang,” ucap Sudarno, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (26/5).
Tak hanya itu, Sudarno juga membela sikap religius Rudy Mas’ud yang menurutnya selalu menjaga ibadah salat lima waktu dan langsung menuju masjid setiap mendengar azan berkumandang.
Baca Juga: Waktu Rapat Hak Angket Ditetapkan, Nasib Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tinggal Menghitung Hari
“Itu yang namanya Rudy Mas'ud teng azan tuh shalat. Beliau dengar azan langsung ke masjid. Bukan shalat di rumah. Sudarno dengar azan atau mungkin kamu juga Lukman (pendemo), dengar azan mungkin ambil rokok. Jadi ndak usah melaknat yang namanya cucu dari Kanjeng Nabi SAW,” tambah Sudarno.
"Aku sih males bicara tentang agama tapi karena kamu melaknat. Jangan berperilaku seperti Arab Baduy yang mengatakan gubernur gila," sambungnya.
Ia juga menyayangkan sikap sebagian massa aksi yang dinilai tetap melontarkan kata-kata kasar meski Gubernur Kaltim disebut sudah bersedia menerima mereka untuk berdialog terkait tuntutan yang dibawa.
Menurut Sudarno, Rudy Mas’ud sebenarnya membuka ruang diskusi terhadap aspirasi masyarakat. Namun situasi memanas setelah muncul ucapan yang dianggap menghina dan melaknat kepala daerah tersebut.
Sebelumnya, demonstrasi besar-besaran yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) sempat memanas hingga massa menduduki halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis, 21 Mei 2026 siang.
Baca Juga: Rudy Mas’ud Jawab Desakan Mundur: Nanti Tanyakan Anggota Dewan di Sana
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan utama secara langsung kepada Rudy Mas’ud. Tuntutan pertama mendesak gubernur untuk mundur dari jabatannya.
Selain itu, massa juga meminta Rudy Mas’ud menginstruksikan Fraksi Golkar DPRD Kaltim agar mendukung penuh pengajuan hak angket jika dirinya tetap bertahan sebagai gubernur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: