Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tampang BYD Atto 2? Bakal Masuk ke Indonesia?

Tampang BYD Atto 2? Bakal Masuk ke Indonesia? Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

BYD kembali menunjukkan keunggulannya dalam teknologi otomotif. Pabrikan asal China ini berhasil mendesain semua platform mobil listriknya agar bisa dengan mudah dikonversi menjadi plug-in hybrid (PHEV). Hasilnya, BYD mampu meluncurkan berbagai varian baru dengan cepat untuk menyesuaikan permintaan pasar.

Salah satu buktinya adalah BYD Dolphin G DM-i, varian hybrid dari Dolphin yang sudah dikenal. Mobil ini tampil mirip dengan versi listrik murni yang kini posisinya digantikan Atto 2, namun kini dibekali sistem Super Hybrid DM milik BYD.

Dolphin G DM-i bisa beroperasi seperti mobil listrik murni dengan motor listrik penggerak roda depan. Namun, saat dibutuhkan untuk perjalanan jauh, mesin bensin akan aktif membantu, sehingga total jarak tempuhnya bisa mencapai lebih dari 1.000 km dengan baterai penuh dan tangki bensin penuh.

Model Pertama untuk Pasar Luar Negeri

Menariknya, Dolphin G DM-i menjadi model pertama yang dikembangkan BYD secara khusus untuk pasar internasional, termasuk Eropa. Dengan panjang 4.160 mm dan lebar 1.825 mm, mobil ini tepat masuk ke segmen supermini B-segment yang sangat populer di Eropa.

Mobil ini akan mulai dijual di pasar Eropa dalam beberapa minggu mendatang. Spesifikasi lengkap dan varian trim-nya akan diumumkan kemudian. Sistem DM-i pada model ini diperkirakan mirip dengan yang digunakan di Atto 2 DM-i, yaitu menggunakan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated.

Bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia, kehadiran mobil semacam ini sangat potensial mengingat tren mobil hybrid dan PHEV yang terus berkembang. Saat ini, harga hybrid terjangkau di Tanah Air masih berada di kisaran Rp 400 jutaan ke atas.

Jika BYD membawa Dolphin G DM-i ke Indonesia, posisinya akan menarik karena berada di segmen compact hatchback yang kompetitif. Namun, BYD harus bisa menawarkan harga yang kompetitif agar bisa bersaing dengan produk hybrid lain yang sudah lebih dulu hadir.

Dengan fleksibilitas platform yang dimiliki BYD, kita mungkin segera menyaksikan lebih banyak model DM-i dari BYD yang disesuaikan dengan kebutuhan dan selera konsumen Indonesia di masa mendatang.

Apakah Anda tertarik dengan BYD Dolphin G DM-i?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat