Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Marketplace Ditekan soal Biaya, idEA Ungkap Tantangan Platform Digital

Marketplace Ditekan soal Biaya, idEA Ungkap Tantangan Platform Digital Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Budi Primawan menilai pertemuan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dengan penjual dan platform marketplace menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem e-commerce yang sehat, kompetitif, dan berkeadilan.

Budi mengatakan forum dialog tersebut membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah, platform digital, dan para seller dalam membahas berbagai tantangan industri perdagangan elektronik.

“Kami melihat pertemuan kemarin sebagai langkah yang baik karena membuka ruang dialog langsung antara pemerintah, platform, dan para seller,” ujar Budi Primawan saat dihubungi Warta Ekonomi, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, ekosistem e-commerce dibangun oleh banyak pihak yang saling terhubung, mulai dari UMKM, penjual, konsumen, pemerintah, layanan logistik, pembayaran digital, hingga platform marketplace.

Dalam diskusi tersebut, kata Budi, seluruh pihak memiliki perhatian yang sama untuk menjaga pertumbuhan UMKM, melindungi konsumen, serta memastikan ekosistem digital nasional tetap sehat dan kompetitif.

Ia menilai isu biaya layanan yang selama ini menjadi perhatian penjual perlu dilihat secara menyeluruh karena platform juga menghadapi tantangan besar dalam menjalankan operasional bisnis digital.

“Terkait biaya layanan misalnya, ini memang sering menjadi perhatian seller. Tapi di sisi lain, platform juga terus melakukan investasi besar untuk teknologi, keamanan sistem, customer service, promosi, subsidi ongkir, sampai menjaga traffic dan transaksi agar seller tetap bisa berjualan dan menjangkau pasar lebih luas,” jelasnya.

Karena itu, idEA menilai hal terpenting saat ini adalah mencari titik keseimbangan antara perlindungan UMKM dan keberlanjutan industri digital nasional.

Baca Juga: Platform E-Commerce Mulai Kejar Untung, Konsumen Terancam Kena Dampak

Baca Juga: Rhenald Kasali Bongkar Penyebab Seller Ramai-Ramai Mau Tinggalkan Marketplace

Budi menegaskan regulasi tetap diperlukan mengingat industri digital berkembang sangat cepat. Namun, pendekatan kebijakan dinilai harus adaptif dan mempertimbangkan kondisi di lapangan agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi digital.

“Regulasi tentu diperlukan, apalagi industri digital berkembang sangat cepat. Namun pendekatannya idealnya tetap adaptif, komunikatif, dan mempertimbangkan kondisi di lapangan supaya tujuan melindungi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital bisa berjalan beriringan,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri