Kredit Foto: BPMI
Aktivis kemasyarakatan Nicho Silalahi menegaskan sikapnya menolak ajakan untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto dari kursi kepala negara.
Menurut Nicho, jika Prabowo tidak lagi menjabat, maka posisi presiden otomatis digantikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Jika kalian ajak untuk gulingkan @prabowo, maka dengan tegas gue katakan ogah. Karena yang naik malah anak haram konstitusi. Tapi kalau kalian ajak untuk makzulkan @gibran_tweet, ok mari kita gaspol. Cocok kam rasa?” tulis Nicho dalam akun X pribadinya, Jumat (29/5).
Sebelumnya, isu penggulingan Presiden Prabowo kembali ramai di media sosial d tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Isu penggulingan Presiden Prabowo kembali ramai diperbincangkan di media sosial di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Isu serupa juga sempat mencuat pada April 2026 lalu.
Baca Juga: Publik Soroti Empat Luka Besar Prabowo di Pemerintah
Baca Juga: Guru Besar UIN Soroti Hubungan Pribadi Teddy dan Prabowo
Wacana ini pertama kali bergulir setelah Guru Besar UIN Jakarta sekaligus pendiri lembaga riset SMRC, Saiful Mujani, melontarkan pernyataan kritis dalam sebuah diskusi publik. Ia mengkritik jalannya pemerintahan dan menyebut adanya kemungkinan mobilisasi pencopotan presiden jika dianggap sudah tidak bisa dinasihati.
Pernyataan tersebut memicu kontroversi dan bahkan dilaporkan ke kepolisian atas dugaan makar. Namun, Saiful Mujani segera mengklarifikasi bahwa ucapannya bukanlah ajakan kudeta fisik, melainkan bentuk sikap politik verbal (political engagement) yang dilindungi oleh konstitusi demokrasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: