Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Mereka Lemah dan Menyedihkan', Amerika Tak Butuh Bantuan Eropa Demi Bebaskan Selat Hormuz

'Mereka Lemah dan Menyedihkan', Amerika Tak Butuh Bantuan Eropa Demi Bebaskan Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) saat membahas konflik di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz, Iran.

Trump menegaskan Amerika tidak membutuhkan bantuan aliansi militer tersebut untuk menghadapi situasi keamanan di kawasan, meski negara-negara anggota NATO sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Bensin Meroket Tajam karena Perang Iran dan Amerika, Trump: Rakyat Akan Mengerti

Menurut Trump, justru negara-negara Eropa yang memiliki kepentingan lebih besar terhadap keamanan jalur pelayaran tersebut.

"Mereka seharusnya membantu kami karena mereka lebih bergantung pada minyak yang melewati Hormuz dibanding kami," kata Trump kepada CNBC, dikutip Selasa (2/6).

Namun ketika ditanya apakah dirinya akan meminta keterlibatan NATO dalam upaya menjaga keamanan kawasan, Trump memberikan jawaban yang mengejutkan.

"Mereka akan datang jika saya menginginkannya, tetapi saya tidak yakin saya menginginkannya," ujarnya.

Trump kemudian melanjutkan kritiknya dengan menyebut NATO tidak dibutuhkan oleh Amerika Serikat dalam situasi saat ini.

"Kami tidak membutuhkan mereka. Kami tidak membutuhkan NATO," tegas Trump.

Presiden AS itu bahkan mengejek respons para sekutu Barat yang menurutnya lamban dalam menghadapi perkembangan konflik Timur Tengah.

"Mereka sangat, sangat lemah dan sangat menyedihkan dengan apa yang mereka katakan," kata Trump.

Ia mengaku kecewa karena sejumlah negara NATO hanya menawarkan bantuan setelah perang berakhir, bukan ketika konflik masih berlangsung.

"Mereka berkata, 'Kami akan membantu begitu perang selesai'," ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan semakin lebarnya jarak pandangan antara Trump dan sejumlah sekutu tradisional Amerika di Eropa.

Sejak kembali menjabat, Trump memang berulang kali mempertanyakan manfaat NATO bagi kepentingan Amerika serta menuntut negara-negara anggota meningkatkan kontribusi mereka terhadap keamanan global.

Baca Juga: 'Kami Sudah Tak Peduli,' Amerika Beri Lampu Merah Soal Negosiasi dengan Iran

Komentar terbaru terkait Timur Tengah memperkuat sinyal bahwa Washington di bawah Trump lebih memilih mengandalkan kekuatan sendiri dibanding kerja sama multilateral dalam menghadapi krisis kawasan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar