Jokowi Pada Akhirnya Juga Akan 'Menusuk dan Mengkhianati' Prabowo, Kata Politikus PDIP
Kredit Foto: Istimewa
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Ferdinand Hutahaean, melontarkan prediksi tajam terkait masa depan hubungan politik antara Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurut Ferdinand, rencana Jokowi untuk kembali aktif melakukan safari politik ke berbagai daerah menunjukkan bahwa mantan presiden tersebut masih berupaya mempertahankan pengaruh politiknya meski sudah tidak lagi berada di tampuk kekuasaan.
Baca Juga: Jokowi Telah Mengubah Indonesia Menjadi Negara Otoriter Populis, Kata PDIP
Ferdinand menilai langkah tersebut bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan bagian dari strategi menjaga keberlangsungan kekuatan politik yang dibangun melalui putranya, Gibran Rakabuming Raka.
Ia bahkan memprediksi hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo suatu saat akan mengalami benturan kepentingan.
“Dulu kalau dia menusuk PDI Perjuangan, sekarang dia akan menusuk dan mengkhianati Prabowo Subianto demi Gibran,” kata Ferdinand, dikutip Selasa (2/6).
Menurutnya, kepentingan politik Gibran akan menjadi prioritas utama Jokowi dalam menentukan langkah-langkah politik ke depan. Karena itu, Ferdinand menilai Jokowi akan terus berusaha menjaga pengaruhnya di tengah pemerintahan yang kini dipimpin Prabowo.
Ferdinand juga memperkirakan kelompok pendukung Jokowi akan mulai membangun narasi pembanding antara pemerintahan Prabowo dan era Jokowi.
Ia menduga akan muncul kampanye opini yang mengesankan bahwa kondisi saat ini lebih buruk dibandingkan masa pemerintahan sebelumnya.
“Mereka akan mengatakan menyesal memilih Prabowo. Dan saya ingin kembali ke masa lalu, ke masa Jokowi presiden,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, narasi tersebut berpotensi menjadi bagian dari strategi politik untuk mempertahankan pengaruh Jokowi sekaligus membuka ruang politik yang lebih besar bagi Gibran di masa mendatang.
Ia pun menilai dinamika politik nasional ke depan akan diwarnai persaingan kepentingan antara kelompok pendukung pemerintahan Prabowo dan jaringan politik yang masih loyal kepada Jokowi.
Adapun hubungan Jokowi dan Prabowo menjadi sorotan usai ketidakhadirannya dalam Upacara Hari Lahir Pancasila. Presiden ke-7 RI itu tidak menghadiri upacara peringatan terkait yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa ada keretakan hubungan dari Jokowi dan Prabowo. Adapun Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah menjelaskan ketidakhadiran mantan kepala negara itu karena hingga hari pelaksanaan pihaknya belum menerima undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Baca Juga: Harga Bensin Meroket Tajam karena Perang Iran dan Amerika, Trump: Rakyat Akan Mengerti
"Hingga pagi hari ini, kami belum menerima undangan untuk Bapak Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, baik berupa surat resmi maupun komunikasi lainnya," kata Syarif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: