Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Genjot Belanja Produk Lokal, Nilainya Capai Rp531,5 Triliun

Pertamina Genjot Belanja Produk Lokal, Nilainya Capai Rp531,5 Triliun Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) merealisasikan belanja produk dalam negeri sebesar Rp531,5 triliun sepanjang 2025, meningkat 27,95% dibandingkan tahun sebelumnya. Belanja tersebut menjadi bagian dari implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang diklaim memberikan kontribusi signifikan terhadap industri nasional dan perekonomian.

Berdasarkan kajian independen Universitas Indonesia pada 2025, implementasi P3DN di lingkungan Pertamina menghasilkan output ekonomi nasional sebesar Rp1.388,9 triliun, berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp772,9 triliun, serta mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja.

Data tersebut disampaikan Pertamina dalam penyelenggaraan Pertamina P3DN Summit 2026, yang menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin mengatakan skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir memberikan ruang yang besar untuk meningkatkan penyerapan produk dan jasa dalam negeri.

Menurutnya, optimalisasi belanja perusahaan dilakukan melalui sinergi di tingkat holding, subholding, hingga anak perusahaan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri nasional.

“Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional. Ketika produk lokal semakin banyak terserap, industri manufaktur akan semakin berkembang, investasi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta,” ujar Jaffee.

Dari total belanja produk dalam negeri pada 2025, sekitar Rp309,6 triliun atau 58,2% dialokasikan untuk belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan (maintenance).

Sementara itu, hingga Juni 2026, realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina telah mencapai Rp239,9 triliun.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan implementasi P3DN menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat hilirisasi industri dan meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur nasional.

“Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri. Dengan demikian, setiap proyek energi bukan hanya menghadirkan manfaat bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia,” kata Simon.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Baca Juga: Pertamina Bangun Hydrogen Hub 4.000 Kg per Hari di Sumut

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Pacu Produksi Migas dari Regional 1 Zona 4

Baca Juga: Pertamina Targetkan Proyek Hidrogen Lampung Beroperasi November 2026

Menurut Airlangga, peran Pertamina tidak hanya penting dalam menjaga ketahanan energi, tetapi juga memperkuat fondasi perekonomian nasional.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini,” ujar Airlangga.

Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan UMKM guna meningkatkan daya saing industri nasional serta memperluas pemanfaatan produk dalam negeri di berbagai sektor strategis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: