Kredit Foto: PT MGR (EMAS)
EMAS saat ini juga tengah memfinalisasi pembaruan Definitive Feasibility Study (DFS) dengan target pengambilan Final Investment Decision (FID) pada akhir kuartal II 2026.
Perseroan memperkirakan kombinasi fasilitas heap leach dan CIL akan memperkuat kapasitas produksi Tambang Emas Pani. Sebagian besar volume produksi emas tahun ini diproyeksikan terealisasi pada semester II 2026.
Untuk sepanjang 2026, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ons.
Dari sisi operasional tambang, produksi bijih tercatat mencapai 2,5 juta ton. Perseroan juga melakukan pengembangan jalan angkut dan optimalisasi armada berkapasitas besar untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Di sektor eksplorasi, EMAS telah menyelesaikan program pengeboran awal di prospek Kolokoa melalui 54 lubang bor dengan total panjang pengeboran mencapai 11.701,6 meter.
Berdasarkan hasil pengeboran tersebut, perseroan menetapkan Exploration Target Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas antara 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton.
EMAS menargetkan estimasi perdana sumber daya mineral Kolokoa dapat diumumkan pada kuartal II 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: