Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Empat Pekerja Proyek Tewas Ditembak OPM di Tolikara, TNI Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku

Empat Pekerja Proyek Tewas Ditembak OPM di Tolikara, TNI Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Empat pekerja proyek pembangunan jalan tewas setelah ditembak kelompok bersenjata yang disebut TNI sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026) malam.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan personel TNI telah mengevakuasi seluruh korban dan menemukan tujuh pekerja lainnya dalam keadaan selamat.

"Personel Satgas TNI berhasil menemukan tujuh pekerja yang selamat dan mengevakuasi empat rekannya yang tewas. Saat ini seluruh korban sudah berada di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya," kata Lucky dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Empat korban meninggal masing-masing bernama Barengga dan Alfods, yang berasal dari Papua, serta Arman Sibarani dan Erlin Aritonang yang berasal dari Sumatera Utara. Keempatnya bekerja di PT Sutan Harauli Jaya, perusahaan yang mengerjakan proyek jalan milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wamena.

Menurut keterangan TNI, para pekerja saat itu sedang beristirahat di kamp perusahaan setelah menyelesaikan pekerjaan pembangunan jalan. Kelompok bersenjata diduga tiba-tiba menyerang dan melepaskan tembakan ke arah kamp pekerja.

Tiga korban dilaporkan meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya ditemukan tewas tidak jauh dari area kamp.

TNI menuding penyerangan tersebut dilakukan oleh kelompok yang dipimpin Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo dan Teranus Enumbi.

Saat proses evakuasi berlangsung, personel Satgas TNI mengaku sempat melihat dua anggota kelompok bersenjata yang membawa senapan serbu jenis SS1 di sekitar lokasi kejadian. Dalam pengejaran itu, salah satu pelaku disebut meninggalkan senjatanya saat melarikan diri ke hutan.

Menurut Lucky, pasukan TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan.

"Dalam pengejaran pelaku, terdengar enam kali suara tembakan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Pasukan terus bergerak untuk menangkap para pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Lucky menegaskan TNI akan mengambil tindakan sesuai hukum dan aturan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ia juga mengultimatum seluruh anggota kelompok bersenjata di Papua untuk menghentikan aksi kekerasan dan menyerahkan diri kepada aparat keamanan.

"Saya mengultimatum seluruh anggota OPM untuk menghentikan seluruh aksi teror dan segera menyerahkan diri serta senjata ke pos keamanan TNI terdekat sebelum TNI mengambil tindakan tegas," kata Lucky.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat