Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Shanghai Market Sebut RI Tak Bisa Atur Harga Nikel Dunia

Shanghai Market Sebut RI Tak Bisa Atur Harga Nikel Dunia Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Di sisi lain, Logan menilai posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global terus menguat. Bahkan, SMM telah mengembangkan berbagai indeks harga berbasis transaksi Indonesia yang mencakup hampir seluruh rantai nilai industri nikel.

Indeks tersebut meliputi harga bijih nikel laterit Indonesia, Nickel Pig Iron (NPI), feronikel, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel matte, hingga nikel sulfat untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik.

Menurut Logan, perkembangan tersebut menunjukkan Indonesia semakin menjadi salah satu referensi utama dalam pembentukan harga produk nikel dunia.

"Kami memulai dari Indonesia untuk membangun mekanisme harga SMM yang sehat, berkelanjutan, dan terintegrasi," ujarnya.

Logan juga menyinggung perubahan lanskap pasar nikel global setelah gejolak yang terjadi di London Metal Exchange (LME) pada 2022.

Menurut dia, lonjakan produksi nikel Indonesia membuat sejumlah produk nikel kelas dua seperti NPI, MHP, dan nikel sulfat tidak lagi memiliki korelasi kuat dengan harga LME.

"Mekanisme harganya runtuh. Saat itulah semua orang menyadari bahwa nikel kelas dua tidak lagi memiliki keterkaitan dengan LME," katanya.

Karena itu, pelaku industri kini semakin banyak menggunakan indeks harga independen yang dinilai lebih mencerminkan kondisi transaksi aktual di pasar.

Sebagai informasi, SMM merupakan lembaga Price Reporting Agency (PRA) independen yang berdiri sejak 1999. 

Perusahaan tersebut telah menerbitkan puluhan harga acuan logam dan mineral global serta membuka kantor di Jakarta pada 2024 untuk memperkuat cakupan pasar Indonesia yang kini menjadi pusat pertumbuhan industri nikel dunia.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: