Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Akhirnya Buka Alasan Copot Dadan Hindayana, Singgung Pemimpin Tak Jujur dan Uang Rakyat

Prabowo Akhirnya Buka Alasan Copot Dadan Hindayana, Singgung Pemimpin Tak Jujur dan Uang Rakyat Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengungkap alasan di balik pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Menurut Prabowo, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan maupun kegagalan sebuah organisasi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo sehari setelah pemerintah mengumumkan pergantian pimpinan BGN dan beberapa jam setelah Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG.

Di hadapan ribuan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan mitra program pada Rabu (3/6/2026), Prabowo menegaskan bahwa sebuah organisasi hanya akan berjalan baik jika dipimpin oleh sosok yang memiliki integritas dan kompetensi.

"Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," kata Prabowo.

Kepala negara menegaskan dirinya tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan amanah maupun penyimpangan dalam pengelolaan program pemerintah. Ia menyebut uang yang digunakan dalam berbagai program negara merupakan uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan.

Prabowo bahkan menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kepercayaan publik. Menurutnya, seluruh program strategis nasional harus dijalankan secara transparan dan sesuai tujuan awal.

"Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," tegas Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa keputusan mengganti sejumlah pejabat di lingkungan BGN bukanlah langkah yang mudah. Namun, ia mengaku harus mengambil keputusan tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengenang pesan yang pernah disampaikan ayahnya, almarhum Sumitro Djojohadikusumo. Pesan tersebut, kata dia, menjadi pegangan ketika harus mengambil keputusan penting yang menyangkut kepentingan rakyat.

"Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," ujar Prabowo mengutip pesan ayahnya.

Selain menjelaskan alasan pergantian pimpinan BGN, Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada para pengelola dapur MBG dan lulusan SPPI yang bertugas mengawal program tersebut di lapangan. Ia meminta seluruh pelaksana menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

Menurut Prabowo, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh anggaran yang besar, tetapi juga oleh kualitas pengawasan serta kejujuran para pelaksana di lapangan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran yang terlibat bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.

"Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir," kata Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Akuntabilitas dalam Pelaksanaan Program MBG

Sebelumnya, pemerintah resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional bersama dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Posisi Dadan kemudian digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Tak lama setelah pergantian tersebut diumumkan, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan, Sony, dan Lodewyk sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026. Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan pengelolaan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sejumlah pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama