Kredit Foto: Unsplash/Solen Feyissa
Konsumen nantinya dapat memilih dua opsi sistem penggerak, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik murni, serta Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin sebagai penambah daya jelajah.
Produksi kendaraan akan dilakukan di Phoenix Factory, fasilitas manufaktur milik Seres yang saat ini tengah menjalani modernisasi untuk mendukung pengembangan model baru.
Andalkan AI untuk Pengalaman Berkendara
Salah satu daya tarik utama merek anyar ini adalah penggunaan teknologi kokpit pintar berbasis Large Language Model (LLM).
Melalui dukungan Volcano Engine, sistem kendaraan diklaim mampu menghadirkan interaksi yang lebih natural antara pengguna dan mobil. Pengemudi dapat berkomunikasi dengan kendaraan layaknya berbicara dengan asisten virtual yang memahami konteks percakapan secara lebih mendalam.
Pemanfaatan AI generatif juga memungkinkan pengalaman digital yang lebih personal, mulai dari pengaturan fitur kendaraan hingga rekomendasi layanan yang disesuaikan dengan kebiasaan pengguna.
Meski demikian, ByteDance menegaskan keterlibatannya tidak mencakup pengembangan teknologi autonomous driving. Perusahaan akan berfokus pada penyediaan infrastruktur cloud, komputasi, serta sistem AI yang menjadi pusat pengolahan data kendaraan.
Baca Juga: Dulu Diejek, Kini Ditakuti: Kebangkitan Mobil China Bikin Dunia Panik
Strategi tersebut diperkirakan menyasar konsumen muda yang semakin mengutamakan konektivitas dan pengalaman digital dalam kehidupan sehari-hari.
Kemunculan merek baru hasil kolaborasi Seres dan ByteDance juga memperpanjang tren masuknya perusahaan teknologi ke industri otomotif China. Sebelumnya, Huawei telah sukses membangun AITO bersama Seres, sementara Xiaomi kini mulai agresif mengembangkan bisnis kendaraan listriknya sendiri.
Jika peluncurannya berjalan sesuai rencana, pasar kendaraan listrik China akan kembali kedatangan pemain baru yang memadukan teknologi AI generatif, ekosistem digital, dan mobilitas modern dalam satu produk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: