Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nama Nadiem Makarim menjadi salah satu topik trending di platform X terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
Pegiat media sosial Eko Widodo mengklaim mantan Mendikbudristek itu dan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merupakan sosok serupa, sama-sama terjerat kasus korupsi.
Nadiem diduga terlibat korupsi Chromebook dengan potensi kerugian negara mencapai Rp5,2 triliun, sementara Dadan tersangkut kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ingat!! Jangan pernah merasa kasihan dengan koruptor. Mau dia good looking, pintar, kaya raya, tetap saja penjahat yang harus dihukum berat. Nadiem dengan Dadan tidak ada bedanya, sama-sama merugikan negara dan rakyat!!” tulis Eko di akun X pribadinya, dikutip Kamis (4/6).
Eko menilai Nadiem berusaha cuci tangan di persidangan dengan menyebut keputusan pengadaan Chromebook merupakan hasil tim teknis. Namun, rekaman Zoom dan kesaksian puluhan ASN Kemendikbudristek yang dihadirkan jaksa justru menyebut arahan langsung datang dari Nadiem.
Struktur keputusan disebut bertingkat: dari tim teknis → tim SKM → hingga Menteri Nadiem sendiri. Kini, menurut Eko, Nadiem menumbalkan anak buahnya agar mereka yang menanggung hukuman, padahal ia yang memiliki kewenangan tertinggi dan menandatangani anggaran ratusan miliar di masa pandemi Covid-19.
Baca Juga: Rocky Gerung Yakin Prabowo Anulir Putusan Hakim Nadiem
“Ini bukan soal Chrome OS vs Windows. Ini soal korupsi di tengah pandemi. Uang negara yang seharusnya untuk hal lebih penting malah jadi bancakan,” tegasnya.
Eko pun mengingatkan publik agar tidak membela Nadiem. Menurutnya, dukungan semacam itu bukan demi perbaikan sistem peradilan, melainkan hanya untuk menyelamatkan Nadiem dari jerat hukum.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: