Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gatot Nurmantyo: Prabowo Dipaksa Buat Kabinet Gemuk Usai ke Solo

Gatot Nurmantyo: Prabowo Dipaksa Buat Kabinet Gemuk Usai ke Solo Kredit Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dipaksa membentuk kabinet dengan jumlah menteri yang besar setelah dipanggil ke Solo.

Menurut Gatot, hal tersebut membuat Prabowo mau tidak mau harus memasukkan sekitar 18 menteri warisan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke dalam Kabinet Merah Putih.

"Ketika dilantik Pak Prabowo sudah punya obsesi bahwa menterinya begini begini begini begini tiba-tiba dipanggil ke Solo berubah harus memasukkan kurang lebih 18 menteri warisan dari Jokowi yang pernah menjabat lama sama-sama Jokowi sehingga dipaksa membuat menterinya besar," ujar Gatot, dikutip dari YouTube Refly Harun, Kamis (4/6).

Ia menilai kondisi negara tidak sedang baik-baik saja, sehingga kabinet yang terlalu besar justru menyulitkan pengendalian dan memperlambat proses pemerintahan.

"Pertama harus menampung 18 menteri yang kedua harus menterinya sendiri yang ketiga harus menampung partai-partai koalisi karena undang-undang sekarang ini memerlukan partai koalisi agar bisa aman," jelasnya.

"Sehingga kalau dilihat ini jumlahnya luar biasa 49 kementerian dengan wakilnya pun ada delan warisan sehingga semuanya menteri dengan ada 105," imbuhnya.

Sebagai perbandingan, pada era Jokowi jumlah kabinet hanya 35 menteri dan 10 wakil, total 45 orang. Artinya, kabinet Prabowo membengkak lebih dari 200%.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo Bongkar! Prabowo Sempat Diancam Sebelum Pilpres 2024

Sebagai informasi,Kabinet Merah Putih yang dibentuk Prabowo tercatat memiliki 109 hingga 112 anggota, menjadikannya kabinet terbesar di Indonesia sejak era Dwikora (1966).

Struktur kabinet gemuk ini terdiri dari, 7 Menteri Koordinator (Menko), 41 Menteri Teknis, 5–10 Kepala Badan setingkat menteri, dan 54–56 Wakil Menteri yang merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya