Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gatot Nurmantyo Bongkar! Prabowo Sempat Diancam Sebelum Pilpres 2024

Gatot Nurmantyo Bongkar! Prabowo Sempat Diancam Sebelum Pilpres 2024 Kredit Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo menilai Presiden Prabowo Subianto sempat menghadapi ancaman tersirat sebelum maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. 

Menurutnya, ancaman itu datang dari paman Gibran Rakabuming Raka, Anwar Usman, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya ingatkan bahwa pada hari Senin, 16 Oktober 2023, Mahkamah Konstitusi memutuskan dengan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 bahwa Gibran bisa maju sebagai wakil presiden. Dirubah, bukan setelah 40 tahun, tapi dirubah pernah punya pengalaman memimpin, dipimpin oleh rakyat, yaitu pamannya mengakali seperti itu kan,” ujar Gatot, dikutip dari YouTube Refly Harun, Rabu (27/5).

Ia menambahkan, ancaman muncul ketika Prabowo tidak segera bereaksi atas putusan tersebut.

"Tetapi permasalahannya, ketika hari Jumat atau hari Sabtu setelah ditunggu-tunggu oleh sang paman enggak bereaksi ini namanya Prabowo Subianto. Maka sang paman mengancam, 'Alhamdulillah batas usia minimal sudah bisa saya selesaikan. Tinggal satu aja, batas usia maksimal. Bisa terjadi calon presiden yang umurnya tua tidak masuk menjadi presiden'. Artinya apa? Sang paman mengancam, 'Hei Prabowo, hari Senin bisa saya putuskan kamu enggak jadi presiden loh, enggak bisa daftar'," jelas Gatot.' 

Baca Juga: Sapi Simental hingga Belgian Blue, Hewan Kurban Prabowo Super Jumbo

Baca Juga: Refly Harun: Aneh, PDIP Marah ke Jokowi tapi Bukan ke Prabowo

Gatot menjelaskan, ancaman tersebut membuat Prabowo bergerak cepat. Pada Minggu, 22 Oktober 2023 pukul 19.00, Prabowo mendeklarasikan Gibran sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya, meski saat itu Gibran tidak hadir. Deklarasi itu disebut sebagai jawaban atas tekanan sang paman.

*Dan hari Minggunya deklarasi di Senayan dibuktikan lagi, 'Pak Prabowo, Pak Prabowo tenang, saya sudah di sini. Tenang, jangan khawatir, saya sudah di sini.' Bolak-balik itu, iya kan? Iya, itu. Jadi sejak awal memang ditodong, diintimidasi untuk milih Gibran," tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya