Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Anjloknya harga telur di sejumlah sentra produksi memicu intervensi langsung dari Kementerian Perdagangan. Pemerintah segera mengambil langkah strategis guna melindungi peternak ayam petelur dari potensi kerugian yang lebih besar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pelemahan harga jual telur sangat dirasakan para peternak, salah satunya di Blitar, Jawa Timur.
Untuk itu, Budi mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, guna meningkatkan penyerapan telur di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kemarin ada beberapa daerah, terutama di Jawa Timur, di Blitar, harga telur turun. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN yang baru bahwa SPPG di daerah tersebut diwajibkan menyerap telur sehingga harga bisa mendekati atau sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), sehingga para peternak akan mendapatkan harga yang bagus," terang Budi usai konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (4/6/2026).
Budi menambahkan, koordinasi dengan BGN juga diharapkan dapat menyerap komoditas lain yang menjadi prioritas dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: 'Harga Telur Naik tapi Peternak Tak Menikmati,' Indonesia Geram Banyak Dapur Tak Jalankan Mandat MBG
Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Bapanas dan Bulog Pasok Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Produksi Peternak
Intervensi tersebut dimungkinkan karena ketersediaan pasokan telur nasional saat ini terpantau melimpah.
"Ya sekarang produksi telur naik. Kita surplus 12% dari peternak lokal," ungkap Budi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: