Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amartha Perketat Pembiayaan UMKM di Tengah Pelemahan Daya Beli dan Ekonomi

Amartha Perketat Pembiayaan UMKM di Tengah Pelemahan Daya Beli dan Ekonomi Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amartha Financial Group memperketat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seiring melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi yang dinilai semakin menantang pada 2026. Meski demikian, perusahaan tetap optimistis UMKM dapat tumbuh sehat di tengah gejolak ekonomi.

Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan perusahaan mengambil langkah lebih konservatif dalam menyalurkan pembiayaan guna menjaga kualitas portofolio sekaligus mengantisipasi risiko perlambatan usaha para mitra.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat perusahaan harus menyesuaikan jumlah pembiayaan berdasarkan kondisi riil usaha yang dijalankan para nasabah.

“Sekarang mungkin lagi tidak bagus, kalau sekarang lagi tidak bagus bagaimana kita menyesuaikan juga kredit yang kita berikan, bagaimana kita kurangin dulu, kita lebih konservatif,” ujar Taufan dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Amartha Bongkar Tantangan UMKM: Modal Saja Ternyata Tak Cukup!

Baca Juga: Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tidak Berubah

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kualitas pembiayaan di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi sektor UMKM.

Selain menyesuaikan penyaluran kredit, Amartha juga mempertahankan pendekatan berbasis kelompok atau tanggung renteng yang selama ini menjadi ciri khas model bisnis perusahaan.

Melalui mekanisme tersebut, anggota kelompok saling membantu apabila terdapat anggota lain yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

“Jadi mereka saling patungan, istilahnya tanggung renteng. Kemudian kalau sudah lancar lagi nanti dibalikin lagi semua uangnya, jadi mereka saling support lah komunitas satu sama lain,” katanya.

Sebagai informasi, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) Amartha saat ini berada di level 4,39%.

Baca Juga: Purbaya Jelaskan Nasib Influencer dan PT dalam Skema PPh Final UMKM 0,5 Persen

Baca Juga: DJP Permanenkan Tarif PPh Final UMKM 0,5%, CV dan PT Umum Tak Lagi Jadi Penerima

Meski kondisi ekonomi saat ini dinilai lebih berat dibandingkan tahun lalu, Taufan meyakini peluang pemulihan ekonomi tetap terbuka pada periode mendatang.

“Jadi apakah tahun ini dibanding tahun lalu ekonominya lebih kurang? Bisa dibilang lebih kurang. Tapi kan namanya siklus kayak gini nanti ada waktunya buat rebound lagi. Kita yang pasti akan terus bertahan, mendukung, memastikan bisnis-bisnis yang sekarang sudah berjalan tetap berjalan baik, tetap tumbuh secara sehat,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri