Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tren Mobil Listrik, PHEV Bakal jadi Motor Pertumbuhan Baru Industri Otomotif

Tren Mobil Listrik, PHEV Bakal jadi Motor Pertumbuhan Baru Industri Otomotif Kredit Foto: Wuling Motors
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wuling Motors melihat kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) berpotensi mengalami pertumbuhan yang serupa dengan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Brand Communication Senior Manager Wuling Motors Brian Gomgom mengatakan, saat ini minat konsumen terhadap kendaraan PHEV mulai menunjukkan peningkatan, meski pasar elektrifikasi masih didominasi oleh mobil listrik berbasis baterai.

Menurut dia, tren tersebut terlihat dari komposisi peminat pada beberapa model elektrifikasi Wuling yang mulai menunjukkan perubahan.

"Kita melihat trennya PHEV ini sudah mulai naik. Jadi seiring dengan naiknya tren ini, kita lihat mirip seperti EV pelan-pelan," kata Gomgom di Purwokerto, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pada model Wuling Darion, sekitar 80 persen peminat memilih varian EV, sedangkan varian PHEV hanya sekitar 20 persen. Namun pada model Wuling Eksion, porsi peminat PHEV meningkat hingga sekitar 30 persen, sementara EV berada di angka 70 persen.

Menurut Gomgom, perubahan tersebut menjadi sinyal bahwa konsumen mulai melirik kendaraan plug-in hybrid sebagai alternatif kendaraan elektrifikasi.

Baca Juga: Sudah Dipesan 1.500 Unit, Harga Wuling Eksion Berpotensi Naik Rp10 Juta

Wuling menilai kondisi tersebut tidak berbeda jauh dengan perkembangan pasar mobil listrik beberapa tahun lalu. Saat pertama kali diperkenalkan secara luas, pangsa pasar EV di Indonesia masih relatif kecil.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kendaraan listrik berlangsung cukup cepat seiring bertambahnya pilihan produk, dukungan infrastruktur, serta meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi.

"Kalau di EV sendiri kan tahun 2022 market share-nya juga tidak banyak. Tetapi sekarang market share EV sudah sekitar 18 persen. Artinya sangat cepat pertumbuhannya dari 2022 sampai 2026," ujar Gomgom.

Karena itu, Wuling meyakini segmen PHEV memiliki peluang untuk mengikuti jejak pertumbuhan kendaraan listrik murni, terutama bagi konsumen yang ingin mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi namun masih mempertimbangkan fleksibilitas mesin bensin sebagai sumber tenaga tambahan.

Baca Juga: Pajak Mobil Listrik Dibebaskan, Multifinance Bersiap Kebanjiran Kredit

Di sisi lain, meningkatnya jumlah model PHEV yang mulai dipasarkan di Indonesia juga dinilai akan membantu memperkenalkan teknologi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

"Mulai ada perbedaan jumlah peminat dari PHEV. Ternyata trennya juga mulai bertumbuh untuk segmen PHEV," kata Gomgom.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman