Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Terus Monitor Dampak dari Rebalancing MSCI dan FTSE Russell

OJK Terus Monitor Dampak dari Rebalancing MSCI dan FTSE Russell Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan pasar modal terus memantau perkembangan pasar menyusul pengumuman rebalancing indeks global oleh MSCI dan FTSE Russell yang dirilis pada Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) untuk mengantisipasi dampak perubahan komposisi indeks terhadap aktivitas perdagangan di pasar modal domestik.

"OJK dalam hal ini bersama SRO, BEI, KPEI, dan KSEI terus mencermati perkembangan pasar serta melakukan koordinasi yang intensif dengan seluruh stakeholders dan pelaku pasar," ungkap dia dalam konferensi pers, Jumat (5/6/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan, pengelolaan risiko, hingga proses penyelesaian transaksi selama periode rebalancing dapat berlangsung secara tertib dan lancar. 

OJK menilai kondisi pasar saat ini masih terkendali dan didukung oleh berbagai kebijakan stabilisasi yang telah diterapkan.

"Kebijakan-kebijakan stabilisasi pasar yang saat ini diberlakukan dinilai tetap relevan dan efektif untuk menjaga stabilitas di pasar modal dalam negeri.

Baca Juga: Rebalancing MSCI Bisa Jadi Titik Bottom IHSG

Baca Juga: Saham DSSA Anjlok 89% Setelah Didepak dari MSCI dan FTSE Russell

Ke depan, OJK bersama SRO akan terus mencermati berbagai agenda yang ditetapkan oleh penyedia indeks global, termasuk perkembangan yang berpotensi memengaruhi aliran investasi ke pasar domestik.

"Reformasi pasar modal yang sedang berjalan dapat terus diimplementasikan secara konsisten dalam upaya memperkuat kreditivitas dan menyetarik investasi pasar modal di Indonesia," ungkap dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra