Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Ditawari Nuklir Rusia Sejak Tahun Lalu, Kini Semakin Dekat untuk Dimulai Proyeknya

Indonesia Ditawari Nuklir Rusia Sejak Tahun Lalu, Kini Semakin Dekat untuk Dimulai Proyeknya Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nuklir menjadi salah satu bidang kerja sama strategis yang semakin menguat dalam hubungan Indonesia dan Rusia. Perkembangan terbaru ditandai dengan rampungnya penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara PT PAL Indonesia dan perusahaan energi atom milik negara Rusia, Rosatom, terkait proyek Floating Nuclear Power Plant (FNPP) atau pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil positif yang dibawa pulang Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri dan berbicara dalam forum internasional St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis (4/6/2026).

Penyusunan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA) yang telah ditandatangani PT PAL dan Rosatom pada April 2026. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan teknologi energi nuklir terapung yang dinilai dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik di wilayah kepulauan maupun daerah terpencil di Indonesia.

Kerja sama di bidang nuklir sebenarnya sudah menjadi salah satu tawaran kemitraan yang disampaikan Rusia kepada Indonesia dalam pertemuan bilateral antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia, pada 19 Juni 2025 lalu.

Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut, Putin menegaskan bahwa Rusia terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di sektor nuklir untuk tujuan damai. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mencakup berbagai bidang strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Minta Dunia Tekan Proyek Nuklir Pyongyang, Korea Selatan Bangun Kapal Selam Nuklir Atas Izin Trump

Putin juga menyatakan keinginan Rusia untuk merealisasikan proyek-proyek nuklir damai bersama Indonesia. Kerja sama itu tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor kesehatan, pertanian, serta pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia.

Dengan rampungnya penyusunan MoU antara PT PAL dan Rosatom, kerja sama nuklir antara Indonesia dan Rusia memasuki tahap yang lebih konkret. Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir terapung menjadi salah satu bentuk implementasi awal dari komitmen kedua negara dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan pembangunan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: