Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan Membebani Ekonomi, BADKO HMI Jatim Siapkan Konsolidasi

Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan Membebani Ekonomi, BADKO HMI Jatim Siapkan Konsolidasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelemahan nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan berbagai kalangan. Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, Yusfan Firdaus, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menambah beban perekonomian nasional.

Menurut Yusfan, masyarakat perlu memahami pembagian kewenangan dalam pengelolaan ekonomi nasional, terutama antara kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah dan kebijakan moneter yang menjadi tanggung jawab Bank Indonesia (BI).

Ia menilai pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah berupaya menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal melalui pengelolaan anggaran, penerimaan negara, serta berbagai kebijakan ekonomi lainnya.

“Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah bekerja optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami bahwa persoalan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan ranah yang menjadi tanggung jawab Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,” ujar Yusfan.

Dalam pandangannya, pelemahan rupiah tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan dinamika ekonomi global. Ia menilai BI sebagai otoritas moneter yang memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah perlu memberikan penjelasan yang lebih terbuka kepada publik terkait arah dan efektivitas kebijakan yang ditempuh.

Yusfan juga menyoroti pentingnya akuntabilitas lembaga independen dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, independensi harus berjalan beriringan dengan transparansi dan pertanggungjawaban publik.

Lebih lanjut, ia mengkritisi munculnya persepsi di masyarakat bahwa sebagian kebijakan moneter lebih berorientasi pada kepentingan pasar global dibandingkan penguatan ekonomi domestik. Karena itu, ia mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif dari otoritas moneter mengenai berbagai kebijakan yang diterapkan.

Dari sisi ekonomi riil, Yusfan menilai sejumlah indikator pertumbuhan masih menunjukkan kondisi yang relatif baik dan dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Namun, ia mempertanyakan mengapa pelemahan rupiah masih terus terjadi di tengah kondisi tersebut.

Selain itu, Yusfan menyampaikan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Meski demikian, ia tidak menyampaikan bukti atau data rinci terkait dugaan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, BADKO HMI Jawa Timur berencana menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur untuk membahas perkembangan ekonomi nasional, khususnya terkait kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut Yusfan, forum tersebut akan menjadi wadah untuk menyusun berbagai rekomendasi dan langkah advokasi yang nantinya dapat dijadikan dasar penyampaian kritik maupun aspirasi kepada para pemangku kebijakan.

Baca Juga: ASN di Jawa Timur Bakal WFH Setiap Hari Jumat, Bolehkah di Tempat Wisata?

“Kami akan menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Bank Indonesia serta meminta pertanggungjawaban yang jelas atas upaya menjaga stabilitas nilai rupiah. Ini adalah bagian dari ikhtiar mahasiswa dalam mengawal kepentingan rakyat dan masa depan ekonomi Indonesia,” katanya.

BADKO HMI Jawa Timur menegaskan bahwa kritik terhadap lembaga negara merupakan bagian dari mekanisme kontrol publik dalam sistem demokrasi. Organisasi tersebut menyatakan bahwa setiap kritik dan masukan yang disampaikan akan tetap mengedepankan prinsip objektivitas, data, serta kepentingan nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: