Kredit Foto: Istimewa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pemutakhiran peringatan dini terkait tsunami yang dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
Berdasarkan pemantauan alat deteksi BMKG, gelombang tsunami dalam skala kecil atau minor telah terdeteksi mendarat di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Gempa utama tersebut dilaporkan berpusat di laut pada jarak 244 kilometer arah Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5,79 Lintang Utara (LU) dan 125,14 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 47 kilometer.
Menurut data pemutakhiran yang dirilis BMKG hingga pukul 08.34 WIB, terdapat setidaknya 9 titik pengamatan yang mengonfirmasi adanya kenaikan permukaan air laut (tsunami) dengan ketinggian bervariasi:
- Tahuna, Sulawesi Utara | 06:58 WIB | 0,30 meter
- Loloda, Halmahera Barat | 07:20 WIB | 0,09 meter
- Melonguane, Kep. Talaud | 07:27 WIB | 0,32 meter
- Ulusiau, Sitaro | 07:27 WIB | 0,18 meter
- Paleleh, Sulawesi Tengah | 07:34 WIB | 0,45 meter
- Tanjung Sidupa | 07:39 WIB | 0,32 meter
- Bitung, Sulawesi Utara | 07:51 WIB | 0,29 meter
- Ternate, Maluku Utara | 07:51 WIB | 0,14 meter
- Talengan, Sulawesi Utara | 08:20 WIB | 0,75 meter (Tertinggi)
BMKG meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan sekitarnya, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area pantai hingga status peringatan dini tsunami resmi dicabut atau dinyatakan berakhir oleh pihak berwenang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat