Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Deretan Proyek MIND ID Jadi Kunci Dorong Nilai Tambah Mineral

Deretan Proyek MIND ID Jadi Kunci Dorong Nilai Tambah Mineral Kredit Foto: MIND ID
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deretan proyek strategis yang dijalankan anggota Grup MIND ID dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan nilai tambah mineral nasional. Berbagai proyek hilirisasi tersebut juga dipandang dapat memperkuat daya saing industri tambang Indonesia di tengah dinamika kebutuhan mineral global.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch (IMEW), Ferdy Hasiman, menilai proyek-proyek strategis tersebut memiliki peran penting dalam mengubah struktur industri pertambangan dari berbasis ekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

“Proyek strategis ada di Papua yaitu tambang tembaga milik Freeport. Saya lihat itu masih dalam proses. Orang masih melihat kapan itu berjalan karena kejadian waktu itu,” kata Ferdy kepada Warta Ekonomi, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan, sejumlah proyek yang tengah berjalan akan menentukan seberapa besar peningkatan nilai tambah yang bisa dihasilkan dari komoditas mineral Indonesia.

Selain proyek tembaga Freeport, Ferdy juga menyoroti pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Proyek tersebut kembali menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus memperkuat produk turunan batu bara.

“Seperti proyek DME milik PTBA. Dana negara sudah dikucurkan melalui injeksi modal. Hanya pertanyaannya, apakah PTBA bisa melanjutkan proyek itu? Karena sebelumnya investor asing sudah mundur,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspek keekonomian menjadi faktor penting agar proyek tersebut dapat berjalan berkelanjutan tanpa membebani perusahaan maupun negara.

“Kita berharap proyek ini memang ekonomis dan tidak membebani keuangan PTBA ke depan,” katanya.

Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan mineral kritis, terutama melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang akan mengolah bauksit menjadi alumina di dalam negeri.

ANTAM juga tengah mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Halmahera Timur bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan mitra strategis lainnya.

“Lalu PT Antam di Halmahera Timur juga harus berjalan lebih baik. Selain itu ada proyek alumina di Mempawah. Itu harus segera diselesaikan. Kalau realisasi proyek-proyek tersebut berjalan cepat, ke depan kinerja mereka akan semakin baik,” ujar Ferdy.

Sementara itu, PT Timah Tbk turut mengembangkan potensi logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) melalui pengolahan mineral ikutan monasit yang dinilai memiliki prospek besar untuk industri teknologi dan energi bersih.

Namun demikian, Ferdy menilai pengembangan proyek tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait mitra investasi dan kepastian kebijakan.

“Proyek tanah jarang itu memang belum berjalan. Masih tahap pilot project. Cuma isunya sekarang, kalau memang mau berjalan, akan bermitra dengan siapa?” ujarnya.

Baca Juga: Intip Rapor Keuangan Emiten Tambang MIND ID di Kuartal I-2026

Baca Juga: Bahlil Akui Masih Cari Formula untuk Bentuk Bursa Mineral

Menurut Ferdy, kepastian regulasi menjadi faktor penentu dalam menarik minat investasi di sektor hilirisasi mineral nasional.

“Investasi akan berjalan kalau kebijakannya stabil. Kalau hari ini berubah, besok berubah lagi, investor akan memilih tidak masuk,” katanya.

Ia menegaskan, konsistensi kebijakan akan menjadi fondasi penting agar investasi dapat masuk dan mendukung percepatan hilirisasi mineral Indonesia.

Secara keseluruhan, deretan proyek strategis yang dijalankan MIND ID dipandang menjadi kunci dalam memperkuat rantai nilai industri mineral nasional, sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra