Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pemulihan pasar modal domestik dapat terus berlanjut setelah indeks saham mulai mengalami rebound usai mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir. Regulator menilai wacana pembelian kembali saham (buyback) oleh emiten dapat menjadi salah satu faktor yang membantu memperkuat sentimen pasar.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pergerakan pasar saham Indonesia mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen investor dan munculnya berbagai langkah stabilisasi pasar.
“Hari ini kan market sudah rebound ya. Karena banyak sekali juga hal-hal yang, pertama kalau kita lihat market memang ya,” kata Friderica saat menjawab pertanyaan mengenai kondisi pasar keuangan, Selasa (10/6/2026).
Menurut Friderica, tekanan yang terjadi di pasar saham bukan hanya dialami Indonesia. Sejumlah bursa global juga mengalami koreksi cukup dalam akibat meningkatnya ketidakpastian pasar.
Ia mencontohkan bursa saham Korea Selatan yang sempat mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) setelah mengalami penurunan signifikan. Di Indonesia, tekanan juga sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya pasar berbalik menguat.
“Di kita kemarin juga cukup dalam turunnya, tetapi hari ini alhamdulillah rebound,” ujarnya.
Friderica mengatakan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran investor terkait kondisi pasar juga mulai mendapatkan penjelasan dari para pemangku kepentingan sehingga membantu meredakan tekanan sentimen.
Selain itu, OJK melihat mulai munculnya wacana pelaksanaan buyback saham oleh emiten tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) sebagai salah satu upaya menjaga kepercayaan investor dan mendukung stabilitas pasar.
“Kita melihat juga upaya untuk buyback saham tanpa RUPS sudah mulai ada wacana untuk dilakukan,” kata Friderica.
Baca Juga: Investor Pesta! IHSG Terbang 7,57% dalam Sehari, Usai BI Rate Naik dan Sinyal Buyback Himbara
Baca Juga: Rebound! IHSG Melesat 4,8%, Ini Saham-Saham yang Menopangnya
OJK menilai langkah buyback dapat menjadi instrumen yang membantu emiten menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnisnya sekaligus memberikan dukungan terhadap stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.
Karena itu, regulator berharap kombinasi antara membaiknya sentimen investor, penguatan koordinasi antarotoritas, dan potensi aksi korporasi berupa buyback dapat membantu mempercepat pemulihan pasar modal nasional.
“Jadi kita melihat ini sama-sama yuk supaya market kita bisa kembali lebih rebound,” ujar Friderica.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: