Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Qodari Klaim Negara Kantongi Penghematan Rp1,94 Triliun dari Pemangkasan Perjalanan Dinas

Qodari Klaim Negara Kantongi Penghematan Rp1,94 Triliun dari Pemangkasan Perjalanan Dinas Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mencatat penghematan anggaran sebesar Rp1,94 triliun dari kebijakan efisiensi perjalanan dinas yang diterapkan di berbagai kementerian dan lembaga. Nilai tersebut diperkirakan masih dapat meningkat seiring belum seluruh instansi menyampaikan laporan pelaksanaan efisiensi.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan penghematan tersebut merupakan hasil transformasi budaya kerja dan langkah efisiensi belanja negara yang dijalankan pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), perjalanan dinas menjadi pos penghematan terbesar.

Menurut Qodari, laporan yang masuk saat ini baru mencakup sekitar 20 persen dari total instansi pemerintah. Dengan asumsi pola efisiensi yang serupa diterapkan secara menyeluruh, potensi penghematan dari perjalanan dinas dapat mencapai sekitar Rp10 triliun.

"Ini kalau 20 persen yang melaporkan hampir Rp2 triliun, berarti kalau 100 persen ya... Kali lima ya pak ya? Rp10 triliun? Akurasi ya, matematika sederhana ini," ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2026).

Selain perjalanan dinas, pemerintah juga mencatat penghematan biaya utilitas sebesar Rp65 miliar. Rinciannya terdiri atas penghematan listrik sebesar Rp34 miliar, bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas Rp20 miliar, dan penggunaan air Rp11 miliar.

Data Kementerian PANRB menunjukkan pembatasan penggunaan fasilitas kantor menjadi langkah efisiensi yang paling banyak diterapkan, yakni oleh 113 instansi. Selanjutnya, pembatasan penggunaan kendaraan dinas diterapkan oleh 109 instansi, sedangkan pembatasan perjalanan dinas dilakukan oleh 106 instansi.

Sejumlah instansi juga mulai meningkatkan penggunaan transportasi umum serta membatasi pelaksanaan kegiatan di luar jam kerja sebagai bagian dari upaya pengendalian belanja operasional.

Di tengah kebijakan efisiensi tersebut, pemerintah memastikan target kinerja instansi tetap tercapai. Berdasarkan evaluasi Kementerian PANRB terhadap 143 instansi, sebanyak 135 instansi atau 94 persen mampu mencapai atau melampaui target kinerja dan penyerapan anggaran.

Baca Juga: Soal Dana Pribadi Prabowo untuk Perjalanan Dinas, Ini Jawaban Purbaya

Baca Juga: Cuitan Lama Prabowo Soal Perjalanan Dinas ke LN Kembali Disorot

Pada tingkat pemerintah pusat, sebanyak 95 persen instansi tercatat memenuhi target kinerja. Sementara itu, pemerintah daerah membukukan capaian kinerja dan anggaran di atas 80 persen.

Qodari juga menyebut kualitas pelayanan publik tetap terjaga selama penerapan pola kerja yang lebih fleksibel dan efisien. Sebanyak 95 persen layanan publik secara nasional dilaporkan tetap stabil. Adapun 81 persen pengguna layanan menyatakan kualitas pelayanan tetap atau mengalami peningkatan, sejalan dengan tingkat kepuasan masyarakat yang tercatat berada pada level yang sama.a

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri