Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan normal di seluruh wilayah yang telah memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) operasional. Penghentian sementara yang belakangan menjadi perhatian publik hanya berlaku untuk proses persiapan pembangunan SPPG baru yang belum mulai beroperasi.
Qodari menjelaskan bahwa MBG tidak distop, hanya SPPG baru yang belum beroperasi dihentikan sementara.
"Pelaksanaan MBG itu tidak berhenti. Pelaksanaan MBG tidak berhenti. Tetapi SPPG yang sedang tahapan persiapan itu memang stop dulu," kata Qodari saat memberikan keterangan di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul munculnya informasi mengenai terhentinya distribusi makanan bergizi di sejumlah sekolah. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Nanik S. Deyang selaku kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Qodari menegaskan layanan MBG yang sudah berjalan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.
"Sepengetahuan saya tidak stop, sepengetahuan saya masih berjalan," ujarnya.
Qodari menjelaskan bahwa kendala yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak berkaitan dengan aspek administratif dan teknis, terutama mengenai penyaluran anggaran operasional. Salah satunya adalah proses pengiriman atau penambahan dana (top up) yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan SPPG di lapangan.
Ia menduga munculnya persepsi bahwa program MBG berhenti disebabkan oleh berjalannya dua proses secara bersamaan. Di satu sisi, BGN menerapkan moratorium terhadap persiapan pembangunan SPPG baru. Di sisi lain, terdapat proses distribusi anggaran operasional bagi unit yang sudah berjalan.
"Mungkin ini ada semacam koinsidensi di mana ada rencana untuk moratorium persiapan pembangunan SPPG baru dengan distribusi anggaran untuk top up yang dipergunakan untuk operasional dari MBG di SPPG," tuturnya.
Lebih lanjut, Qodari mengatakan kebijakan moratorium tersebut masih menjadi bagian dari evaluasi yang sedang dilakukan oleh jajaran pimpinan baru BGN. Oleh karena itu, keputusan mengenai kelanjutan pembangunan SPPG baru belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Qodari Klaim Negara Kantongi Penghematan Rp1,94 Triliun dari Pemangkasan Perjalanan Dinas
Baca Juga: MBG Dinilai Efisien, Luhut: Tinggal Diperbaiki Pengelolaannya
Ia meminta publik menunggu penjelasan resmi dari Kepala BGN, Nanik, yang saat ini tengah menyiapkan kajian dan dokumen terkait arah kebijakan program ke depan.
Menurut Qodari, proses evaluasi tersebut wajar dilakukan mengingat pimpinan baru BGN baru saja dilantik dan masih melakukan penyesuaian serta penyusunan tata kelola program secara menyeluruh.
"Kita berikan waktu kepada pimpinan baru untuk melakukan evaluasi dan menyusun perencanaan yang lebih komprehensif," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: