'Teheran Harus Membayarnya,' Amerika Murka Negosiasi Damai Berjalan Terlalu Lama dengan Iran
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan kesabarannya terhadap Iran mulai habis. Di tengah masih berlangsungnya perundingan damai, Trump menuduh Teheran sengaja memperlambat proses negosiasi hingga akhirnya memicu respons militer dari Washington.
Trump mengatakan Iran sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Namun peluang tersebut dinilai disia-siakan karena terlalu banyak penundaan.
Baca Juga: Digelar di Amerika, Piala Dunia 2026 Terancam Jadi Turnamen Paling Kotor Sepanjang Sejarah
"Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang sebenarnya akan sangat bagus bagi mereka. Sekarang mereka harus membayar harganya," kata Trump, dikutip Kamis (11/6).
Pernyataan itu muncul setelah militer Amerika melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di Selat Hormuz.
Trump bahkan mengisyaratkan bahwa operasi militer Amerika belum tentu berhenti sampai di sana.
"Saya mungkin akan terus melanjutkannya. Mereka punya kesempatan untuk menandatangani kesepakatan dan bertahan," ujar Trump.
Menurut Trump, selama proses diplomasi berlangsung Iran hanya terus mengulur waktu tanpa menunjukkan kemajuan berarti. Ia menilai pemerintah Iran sengaja memainkan strategi tarik-ulur dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.
"Mereka terus mempermainkan Amerika Serikat dalam negosiasi yang pada akhirnya tidak menghasilkan kemajuan berarti," katanya.
Meski nada ancaman semakin meningkat, Gedung Putih menegaskan jalur diplomasi belum ditutup. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan perundingan damai antara kedua negara masih berjalan hingga Rabu (10/6/2026).
Pejabat tersebut menegaskan pemerintahan Trump tetap mengombinasikan tekanan militer dan diplomasi untuk memaksa Iran menerima kesepakatan yang diinginkan Washington.
"Pembicaraan masih berlanjut. Amerika merespons serangan terhadap helikopter Apache dan Presiden akan terus memberikan tekanan maksimal untuk mencapai kesepakatan," ujar pejabat tersebut.
Di tengah situasi itu, laporan diplomatik menyebut mediator dari Qatar telah berkunjung ke Teheran guna menjembatani perbedaan yang masih tersisa dalam negosiasi.
Baca Juga: 'PHK dan Sembako Naik,' Dadan Hindayana Dicap Biang Kerok Hidup Rakyat Makin Berat Lewat Korupsi MBG
Namun, pernyataan Trump menunjukkan bahwa Washington mulai kehilangan kesabaran. Bagi Presiden AS tersebut, setiap penundaan yang dilakukan Iran kini justru menjadi alasan tambahan untuk meningkatkan tekanan, baik melalui sanksi maupun operasi militer yang lebih luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: