Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Pertumbuhan Ekonomi Modern Tidak Terjadi Tanpa Nasionalisme

Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Pertumbuhan Ekonomi Modern Tidak Terjadi Tanpa Nasionalisme Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Bandar Lampung -

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu bangsa tidak akan pernah bisa lepas dari sentimen nasionalisme yang kuat. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Jakarta, Rabu (10/6).

Di hadapan ratusan pengusaha muda, Presiden mengutip pemikiran Profesor Leah Greenfield dari bukunya The Spirit of Capitalism. Prabowo menekankan bahwa karakteristik pertumbuhan ekonomi modern pada dasarnya tidak bisa berkesinambungan dengan sendirinya (not self-sustained), melainkan harus terus distimulasi dan dipertahankan oleh semangat kebangsaan.

"Ini adalah gurunya kapitalisme yang berbicara. Jepang bisa maju, Amerika serikat maju, Eropa Barat maju, dan Tiongkok bangkit sekarang karena apa? Karena nasionalisme," ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: 'Orang Bingung,' Prabowo Ternyata Pantau Komentar dan Podcast Analis Indonesia

Presiden mengimbau Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk merefleksikan kembali apakah sistem ekonomi yang berjalan saat ini sudah benar-benar berlandaskan nasionalisme yang jujur. Menurutnya, arah perekonomian bangsa harus dikembalikan pada cetak biru (blue print) yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pengusaha nasional harus memiliki DNA patriotik. Menimbun kekayaan di dalam negeri dan memutarnya kembali untuk menggerakkan roda ekonomi domestik jauh lebih mulia daripada melakukan pelarian modal (capital flight) ke luar negeri.

"Pengusaha harus jadi pengusaha yang patriotik. Gunakan kekayaan yang didapatkan dengan baik untuk tujuan yang baik, membantu yang belum mampu, baru Indonesia akan bangkit," tegasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah