Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AI, Web3, dan Content Creator Kini Masuk Subsektor Ekonomi Kreatif Nasional

AI, Web3, dan Content Creator Kini Masuk Subsektor Ekonomi Kreatif Nasional Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengumumkan Kemenekraf menambah subsektor menjadi 21 kategori, memasukkan kecerdasan buatan (AI), blockchain, Web3, hingga content creator sebagai bagian dari subsektor ekonomi kreatif nasional.

"Kalau dulu teman-teman media pernah mendengar ada 17 subsektor Ekraf, kali ini sudah menjadi 21 subsektor," ujarnya dalam update PHTC di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Rabu (29/7/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penambahan subsektor dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan industri kreatif yang semakin didorong oleh teknologi digital.

Ia menjelaskan, pada kelompok berbasis teknologi digital kini terdapat subsektor games, aplikasi, serta teknologi baru yang mencakup AI, blockchain, cybersecurity, dan Web3.

Selain itu, Kemenekraf juga menambahkan subsektor content digital yang mencakup content creator, affiliator, live e-commerce, hingga sulih suara (voice over).

"Content digital ini juga subsektor baru, content creator, affiliator, live e-commerce, dan sulih suara atau voice over," kata Riefky.

Tak hanya itu, Kemenekraf juga memasukkan modifikasi otomotif sebagai subsektor baru pada kelompok berbasis desain. Menurut Riefky, subsektor tersebut mencakup modifikasi kendaraan seperti Vespa, sepeda motor, mobil, hingga aksesori otomotif.

Meski jumlah subsektor bertambah menjadi 21, Kemenekraf menetapkan tujuh subsektor sebagai fokus prioritas nasional, yakni kuliner, kriya, fesyen, game, aplikasi, film, dan musik.

Riefky menjelaskan, kuliner, kriya, dan fesyen dipilih karena memberikan kontribusi ekonomi terbesar. Sementara itu, game, aplikasi, film, dan musik dinilai memiliki laju pertumbuhan paling pesat, terutama di kalangan generasi Z dan milenial.

Baca Juga: Investasi Tembus Rp183 Triliun, Menekraf Targetkan Kontribusi Ekraf 8% ke Pertumbuhan Ekonomi

Baca Juga: AI Buka Peluang Ekspor Konten Rp6,7 Triliun, Kemenekraf Fokus Kembangkan Talenta

Namun demikian, ia menilai dua subsektor baru, yakni teknologi baru dan content digital, juga menunjukkan perkembangan yang sangat cepat sehingga berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Kalau saya melihat selain 7 ini, ada 2 lagi yang pesat, yaitu teknologi baru dan content digital. Jadi bisa dikatakan 7 plus 2, itu bisa menjadi subsektor prioritas nasional yang bisa berkontribusi, baik secara ekonomi maupun lapangan kerja," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri