Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Aksi demonstrasi bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026), menuai pro kontra di masyarakat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, diantaranya:
1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)
3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil
5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah
Namun, salah satu poin tuntutan yakni penghentian program MBG justru ditolak oleh sebagian masyarakat. Seorang pengguna X dengan akun @@indepen**** menilai bahwa meski program MBG memiliki banyak masalah, menghentikannya sepenuhnya adalah langkah keliru.
"Dari kelima point tersebut awak kurang setuju pada poin no 3. Yang menuntut program MBG di hentikan. Mungkin mbg banyak masalah,iya. Tapi menghentikan program MBG secara keseluruhan adalah sebuah langkah yang keliru, dan awak TIDAK SETUJU," tulisnya di akun X pribadinya, Jumat (12/6).
Ia menegaskan bahwa program tersebut harus tetap berjalan, dengan catatan penerima manfaat diarahkan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok miskin rentan dan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
"Bagi kita masyarakat kota memang tidak membutuhkan, tetapi bagi mereka kaum miskin rentan dan di daerah 3T, mereka sangat membutuhkan program ini dan sangat terbantu. Pro kontra biasa tapi bukan berarti kita harus ikut²tan merampas hak mereka. Stop jadi mahasiswa bodoh, pikirkan sebelum diajukan," tegasnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil agar bantuan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan, bukan sekolah elite atau penerima yang tergolong mampu.
Baca Juga: Kejagung Bongkar Aktor Baru di Skandal MBG!
Baca Juga: MBG Akan Dihentikan untuk Golongan Ini, Siap-siap!
Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan pemberian MBG kepada sekolah-sekolah yang tergolong kaya.
"Ya ya. Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi," kata Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6).
Nanik semula dijadwalkan melaporkan hasil evaluasi kepada Presiden Prabowo Subianto, namun agenda tersebut ditunda hingga Jumat (12/6).
"Ini kan belum, besok dibahasnya. Belum, belum. Katanya besok sore," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: