Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasokan Listrik Masih Sering Terganggu, RI Terancam Sulit Jaring Investasi Data Center

Pasokan Listrik Masih Sering Terganggu, RI Terancam Sulit Jaring Investasi Data Center Kredit Foto: PT PLN (Persero)

Sementara itu, Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara menilai PLN perlu memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung kawasan industri dan pusat data yang membutuhkan kontinuitas energi dalam jangka panjang.

Menurut Bhima, gangguan listrik yang berulang dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.

"Jangan sampai ada blackout lagi karena kalau ada blackout itu yang dirugikan adalah pelaku industri. Nanti mereka berpikir ulang untuk kerja sama dengan PLN karena ada biaya produksi yang terganggu dan ada ketidakpastian pasokan listrik," kata Dia ke Warta Ekonomi.

Sorotan terhadap kualitas dan keandalan listrik PLN muncul di tengah agresifnya perseroan menggarap pasar data center yang kebutuhan listriknya terus meningkat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan ekonomi digital.

Sejumlah kontrak pasokan listrik berskala besar telah diteken PLN dengan pengembang data center. Salah satunya penyediaan pasokan listrik sebesar 2x725 megavolt ampere (MVA) beserta layanan listrik premium untuk fasilitas data center milik Digital Edge Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.

PLN juga menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) untuk pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) guna mendukung kawasan data center berbasis AI dan layanan digital di Indonesia.

Pada tahap awal, PLN akan memasok listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Selanjutnya, kapasitas akan diperkuat melalui tambahan pasokan 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan dan pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di kawasan Suryacipta, Jawa Barat.

Selain itu, melalui PLN Batam, perseroan juga mendukung pengembangan proyek data center global milik PT Digitalland Service One (DayOne) di kawasan Kabil Industrial Estate, Batam. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas mencapai 511 MVA, yang menjadi salah satu kontrak penyediaan listrik terbesar untuk data center di Indonesia.

Besarnya kapasitas listrik yang dibutuhkan sejumlah proyek pusat data tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan keandalan pasokan listrik akan menjadi faktor krusial dalam mendukung ambisi Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi data center di kawasan Asia Tenggara.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra