Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

System Shift: Kerangka Baru untuk Membaca Ketidakpastian Global

System Shift: Kerangka Baru untuk Membaca Ketidakpastian Global Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, fragmentasi geopolitik, percepatan kecerdasan buatan, krisis institusi, dan tekanan ekonomi yang muncul hampir bersamaan di berbagai belahan dunia, Prof. Raymond R. Tjandrawinata memperkenalkan sebuah kerangka baru untuk membaca perubahan dunia: System Shift.

Melalui buku berjudul System Shift: Reading the World as Structure in Motion, Prof. Raymond mengajak pembaca melihat bahwa perubahan besar hampir tidak pernah terjadi secara mendadak. Yang berubah terlebih dahulu adalah struktur yang menopang dunia itu sendiri.

Selama lebih dari dua dekade, nama Prof. Raymond dikenal luas di dunia riset farmasi dan bioteknologi Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh utama di balik pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), pusat riset Dexa Group yang sejak berdiri pada 2005 telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah dan puluhan paten di bidang biomedis. Namun melalui System Shift, Prof. Raymond melangkah melampaui disiplin asalnya dan membawa pendekatan berpikir sistemik ke dalam pembacaan perubahan global.

“Perubahan besar hampir tidak pernah muncul tiba-tiba. Krisis biasanya hanyalah permukaan dari tekanan struktural yang telah lama bergerak di dalam sistem,” tulis Prof. Raymond dalam pengantar bukunya yang dikutip di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Berangkat dari pengamatan tersebut, System Shift dibangun di atas gagasan bahwa manusia sering terlambat memahami perubahan karena terlalu fokus pada peristiwa, sementara struktur yang melahirkan peristiwa itu sendiri jarang dibaca secara utuh. Konflik geopolitik, disrupsi ekonomi, ketidakstabilan institusi, hingga perubahan sosial yang tampak mendadak sebenarnya merupakan hasil dari akumulasi tekanan yang berlangsung perlahan di dalam sistem.

Baca Juga: Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Daerah di Tengah Ketidakpastian Global

Buku ini dikembangkan melalui tiga lapisan utama pembahasan. Pertama, menunjukkan bahwa berbagai peristiwa global pada dasarnya merupakan ekspresi dari proses struktural yang lebih dalam. Kedua, mengurai bagaimana sistem ekonomi, politik, teknologi, lingkungan, dan institusi sosial saling terhubung dan menciptakan fragilitas yang sering kali tidak terlihat selama periode stabil.

Ketiga, menerjemahkan kerangka tersebut ke dalam tiga belas instrumen operasional untuk membantu pembaca mengenali arah pergeseran sistem, membaca titik tekanan, dan memahami perubahan sebelum dampaknya benar-benar muncul ke permukaan.

Bagi Prof. Raymond, cara berpikir dalam System Shift bukanlah sesuatu yang lahir secara terpisah dari dunia sains. Pendekatan berbasis sistem telah lama menjadi bagian dari proses riset biomedis, terutama dalam memahami kompleksitas biologis, merancang inovasi jangka panjang, dan membaca hubungan antar-komponen yang tidak selalu terlihat secara langsung. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi refleksi yang lebih luas mengenai bagaimana sistem bekerja, berubah, dan mengalami tekanan dalam skala global.

Menurut Prof. Raymond, System Shift bukan sekadar buku tentang krisis global, melainkan sebuah upaya membangun cara membaca realitas yang lebih dalam dan lebih struktural. Dunia, menurutnya, tidak terutama berubah karena satu peristiwa tunggal, melainkan karena sistem yang menopangnya terus bergerak, menyerap tekanan, dan perlahan mengubah keseimbangan internalnya sendiri.

Baca Juga: Indonesia-Prancis Business Council: Menandai Lahirnya Poros Baru Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Dengan lebih dari 200 publikasi internasional terindeks Scopus dan puluhan paten yang diakui secara nasional maupun global, Prof. Raymond dikenal sebagai salah satu ilmuwan multidisipliner Indonesia dengan rekam jejak riset yang luas di bidang biomedis dan inovasi farmasi. Ia merupakan penerima SINTA Awards dari Kementerian Riset dan Teknologi pada 2018 dan 2020, anggota Sigma Xi, serta aktif dalam berbagai jejaring ilmiah internasional.

Sebagai Guru Besar Kehormatan Bioteknologi Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Raymond juga dikenal sebagai pelopor pengembangan OMAI di Indonesia melalui platform DLBS. Salah satu produk hasil riset tersebut, Stimuno, telah dipasarkan hingga ke sejumlah negara di Asia dan Afrika.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: