Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Olahraga Lari Makin Digemari, Pancasakti Run 2026 5.000 Pelari

Olahraga Lari Makin Digemari, Pancasakti Run 2026 5.000 Pelari Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri olahraga lari di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya jumlah ajang lari yang digelar di berbagai daerah menjadi indikator kuat bahwa olahraga ini semakin diminati masyarakat.

Berdasarkan data situs KalenderLari yang dikutip Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), jumlah event lari di Indonesia meningkat dari sekitar 94 ajang pada 2022 menjadi 160 ajang pada 2023. Angka tersebut melonjak menjadi sekitar 420 event pada 2024 dan kembali meningkat menjadi sekitar 556 event sepanjang 2025.

Tren positif tersebut turut tercermin dari tingginya antusiasme pada “Pancasakti Run 2026” yang kembali digelar untuk kedua kalinya. Mengusung tema “The Journey to Going Public Begins”, ajang lari tersebut akan berlangsung pada 19 Juli 2026 di QBig BSD City, Tangerang.

CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmady, mengatakan Pancasakti Run 2026 hadir untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus mempererat semangat kebersamaan melalui olahraga. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu pembeda Pancasakti Run 2026 dengan event lari lainnya adalah kesempatan bagi peserta kategori Half Marathon 21K untuk mengikuti program undian menuju World Marathon Majors 2027. Kesempatan tersebut diberikan kepada tiga peserta yang mampu menyelesaikan lomba dengan waktu maksimal 2 jam 30 menit.

Selain itu, Pancasakti Run 2026 telah memperoleh sertifikat pengukuran rute dari Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Sertifikasi tersebut menjadi bentuk komitmen penyelenggara dalam menghadirkan lintasan yang terukur dan memenuhi standar internasional.

Menurut Suwandy, peningkatan kualitas penyelenggaraan tersebut diharapkan menjadikan Pancasakti Run sebagai salah satu ajang lari bergengsi di Indonesia. Ia menilai sertifikasi internasional menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menghadirkan event olahraga yang berkualitas dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.

Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari juga mendorong penyelenggara menambah kategori baru Half Marathon pada tahun ini, melengkapi kategori 10K dan 5,5K yang telah ada sebelumnya. Pancasakti Group menargetkan sebanyak 5.000 pelari akan ambil bagian dalam ajang tersebut.

Untuk meningkatkan daya tarik peserta, penyelenggara menyiapkan total hadiah podium senilai Rp230 juta bagi para pemenang dari seluruh kategori, ditambah berbagai hadiah doorprize. Peserta juga akan memperoleh race pack dengan total nilai mencapai Rp1 juta yang berisi jersey eksklusif, BIB, medali finisher, tumbler edisi khusus, Flazz Card BCA, jaket finisher untuk kategori Half Marathon, serta berbagai produk sponsor.

Antusiasme ajang ini diperkirakan semakin besar dengan dukungan berbagai komunitas lari dari Jabodetabek maupun daerah lain di Indonesia. Sejumlah tokoh nasional seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Sandiaga Uno juga diharapkan hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Jadi Olahraga Arahan Prabowo, Berkuda Berpotensi Dikembangkan Jadi Sport Tourism

Bagi Pancasakti Group, penyelenggaraan Pancasakti Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari langkah awal perusahaan menuju rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2029. Melalui kegiatan ini, perusahaan ingin memperkenalkan visi dan komitmennya kepada publik sekaligus memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan, mulai dari pelanggan, pemasok, perbankan, hingga mitra transportasi.

Di tengah tren olahraga lari yang terus meningkat, Pancasakti Run 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana event olahraga kini berkembang tidak hanya sebagai sarana kompetisi dan gaya hidup sehat, tetapi juga sebagai wadah membangun komunitas, reputasi perusahaan, dan keterlibatan publik yang lebih luas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: