Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Sumatra Investment Day 2026 sebagai upaya mempercepat realisasi investasi di Pulau Sumatera. Melalui forum tersebut, BI mempertemukan pemerintah, investor, dan pemilik proyek guna mendorong investasi berkualitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa mengatakan Sumatera memiliki sejumlah keunggulan strategis, mulai dari letak geografis di jalur perdagangan maritim internasional hingga kinerja ekonomi yang terus tumbuh.
Menurutnya, perekonomian Sumatera pada 2026 tercatat tumbuh 5,13% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan diprakirakan tetap berada di atas 5%, dengan inflasi yang terjaga pada kisaran sasaran 2,5% ± 1%.
“Keberhasilan investasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap Sumatra Investment Day menjadi momentum untuk mempercepat realisasi investasi yang berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ameriza, Sabtu (25/7/2026).
Dalam forum tersebut, BI juga memfasilitasi one-on-one meeting antara investor dan project owner guna mempercepat penjajakan kerja sama pada sejumlah proyek investasi unggulan di Sumatera.
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap mengatakan Sumatera memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam dan berbagai proyek strategis yang siap dikembangkan.
Ia menilai investasi tidak hanya berperan meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga dapat memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengembangkan komoditas unggulan daerah, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas melalui proses investasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Dalam kesempatan yang sama, Tri Yanuarti dari Departemen Regional Bank Indonesia menegaskan investasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera.
Untuk mendukung hal tersebut, BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui penjagaan likuiditas, penyempurnaan insentif likuiditas makroprudensial, pelonggaran kebijakan makroprudensial, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi-keuangan inklusif.
Promosi investasi juga diperkuat melalui sinergi Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU) guna meningkatkan daya tarik investasi di berbagai daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Rizki Handayani mengatakan pengembangan sektor pariwisata akan diarahkan pada konsep quality tourism dengan mendorong peningkatan belanja wisatawan melalui pengembangan wisata budaya, ekowisata, wisata alam, kuliner, wellness tourism, dan bleisure tourism.
Baca Juga: BI Proyeksikan Defisit Transaksi Berjalan Capai 1,3% di 2026
Baca Juga: Alih-alih Naikkan Suku Bunga, BI Pilih Obral Insentif Investor demi Jaga Rupiah
Baca Juga: BI Salurkan Insentif KLM Rp431,9 Triliun, Bidik Pertumbuhan Kredit Kisaran 8-12%
Di sisi lain, Ichsan Zulkarnain menekankan pentingnya percepatan hilirisasi industri dan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) untuk meningkatkan daya saing investasi di Sumatera.
Melalui penyelenggaraan Sumatra Investment Day 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha berharap mampu memperkuat iklim investasi yang kondusif sekaligus mendorong transformasi ekonomi Sumatera yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: