Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS-Iran Sepakat Berdamai, Pemerintah Indonesia Serukan De-eskalasi Total di Kawasan Teluk

AS-Iran Sepakat Berdamai, Pemerintah Indonesia Serukan De-eskalasi Total di Kawasan Teluk Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia memberikan respons resmi yang sangat baik terhadap laporan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Otoritas menilai momentum bersejarah tersebut sebagai langkah awal yang baik untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Sikap proaktif ini ditunjukkan demi mendukung terciptanya stabilitas keamanan global yang lebih kokoh. Pihak kementerian mengapresiasi keberhasilan seluruh tim negosiator dalam menjembatani ketegangan antar-kedua negara besar tersebut.

"Kami memuji upaya semua pihak dan mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai," tertulis dalam unggahan di akun X resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Indonesia juga mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh pihak yang terlibat tetap konsisten menahan diri dari segala bentuk provokasi baru. Sikap saling menghormati kesepakatan dinilai menjadi kunci utama dalam mempertahankan momentum penurunan ketegangan di lapangan.

Negara juga menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal seluruh implementasi draf kesepakatan internasional tersebut. Komitmen diplomasi ini ditegaskan akan selalu berpedoman teguh pada aturan hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Indonesia menantikan implementasi kesepakatan ini dan menegaskan kembali kes readinessnya untuk mendukung upaya yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan tersebut, sesuai dengan hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB," tulis akun Kemlu_RI.

Proses perdamaian ini tercapai setelah Presiden AS Donald Trump bersama perwakilan Iran menyelesaikan agenda negosiasi yang sangat melekat dan panjang. Dokumen Nota Kesepahaman rencananya akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat mendatang di negara Swiss.

Draf naskah kerja sama tersebut memang belum dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat internasional. Namun, beberapa poin krusial mengenai penataan ulang operasional militer kedua negara sudah mulai bocor ke publik.

Salah satu poin utama kesepakatan adalah komitmen pembukaan kembali akses pelayaran strategis di Selat Hormuz oleh pihak militer Iran. Langkah tersebut nantinya akan dikawal ketat melalui koordinasi bersama dengan otoritas pertahanan Oman.

Baca Juga: Purbaya Sebut Perdamaian AS-Iran Buka Peluang Realokasi Anggaran Subsidi Energi

Sebagai imbalan, pihak militer Amerika Serikat bersedia menarik seluruh pasukan blokade dari pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran. Kedua belah pihak juga sepakat untuk menghentikan total segala bentuk operasi militer di lapangan.

Sektor ekonomi juga mendapatkan perhatian besar lewat rencana penghapusan berbagai sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Pemerintah AS juga bersedia mencairkan kembali transfer dana milik Teheran yang selama ini dibekukan di bank asing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: