Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG Bakal Disetop Sementara! BGN Gelar Audit Besar-besaran, 8 Juta Penerima Dicoret?

MBG Bakal Disetop Sementara! BGN Gelar Audit Besar-besaran, 8 Juta Penerima Dicoret? Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah akan mengalami penghentian sementara saat masa libur sekolah. Keputusan tersebut diambil Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari evaluasi besar-besaran yang sedang dilakukan terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Langkah ini bukan sekadar jeda operasional biasa. BGN mengungkapkan penghentian sementara akan dimanfaatkan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur pelaksana program atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus membenahi berbagai persoalan yang selama ini ditemukan.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan seluruh dapur MBG akan diperiksa selama periode libur sekolah berlangsung.

"Iya, setop. Untuk yang semasa libur sekolah, sambil kita membenahi. Nanti kami akan audit semua dapur, sehingga ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih rapi," kata Arum di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Menurut Arum, audit tersebut menjadi bagian dari upaya perbaikan menyeluruh yang sedang dijalankan lembaganya. Pemeriksaan tidak hanya menyasar kualitas dapur, tetapi juga validasi data penerima manfaat hingga tata kelola internal program.

Baca Juga: Cuma Digaji Rp50 Ribu Imbas MBG, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Ojol Demi Bertahan Hidup

Ia menegaskan kualitas dapur menjadi perhatian utama karena berhubungan langsung dengan mutu makanan yang diterima para peserta program.

"Tidak masuk akal ketika kita mengharapkan menghasilkan kualitas yang baik ketika dapurnya tidak sesuai dengan kaidah bagaimana flow of cooking yang baik," ujarnya.

Selain melakukan audit terhadap dapur-dapur MBG, BGN juga tengah membenahi sistem data penerima manfaat. Arum mengakui bahwa akurasi data masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Untuk memperkuat validitas data, BGN mulai meningkatkan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga yang selama ini memiliki basis data kelompok masyarakat penerima bantuan.

Tak hanya itu, pemerintah juga sedang melakukan simulasi dan evaluasi terhadap jumlah penerima manfaat program MBG. Berdasarkan pembahasan awal bersama sejumlah kementerian, muncul kemungkinan adanya pengurangan sekitar 8 juta penerima manfaat melalui skema refocusing atau penajaman sasaran.

Meski demikian, Arum menegaskan langkah tersebut bukan berarti mengurangi tujuan utama program. Pemerintah justru ingin memastikan bantuan gizi diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Kelompok prioritas yang menjadi fokus intervensi antara lain ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak usia dini yang dinilai memiliki kebutuhan gizi lebih mendesak dibanding kelompok lainnya.

Refocusing penerima manfaat tersebut juga berpotensi menekan kebutuhan anggaran program ke depan. Saat ini pemerintah masih menghitung berbagai skenario efisiensi tanpa mengurangi manfaat utama yang ingin dicapai MBG.

Di sisi lain, BGN juga akan mengevaluasi skema insentif operasional bagi SPPG. Selama ini, setiap dapur menerima insentif yang sama sebesar Rp6 juta per hari.

Baca Juga: Emak-Emak Pengkritik MBG Dihina Gembrot, Politisi Gerindra Akhirnya Minta Maaf

Ke depan, besaran insentif tersebut kemungkinan tidak lagi diberikan secara merata. BGN mempertimbangkan penyesuaian berdasarkan jumlah penerima manfaat yang dilayani serta kualitas layanan yang diberikan masing-masing dapur.

Arum menegaskan bahwa arah kebijakan BGN kini bukan lagi sekadar memperbanyak jumlah dapur atau penerima program, melainkan memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan mampu menghasilkan dampak gizi yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri