Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ketergantungan Sulfur Impor Jadi Tantangan Hilirisasi Nikel RI

Ketergantungan Sulfur Impor Jadi Tantangan Hilirisasi Nikel RI Kredit Foto: IMIP

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai tantangan rantai pasok tersebut menunjukkan bahwa proses hilirisasi mineral Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah.

Menurut Faisal, Indonesia perlu memastikan hilirisasi tidak berhenti pada tahap ekstraksi maupun pengolahan awal, tetapi mampu berkembang hingga industri manufaktur lanjutan.

“Jika kita hanya mengandalkan ekstraksi atau pengolahan pada tahap awal, maka ketika mineral itu habis, manfaat ekonominya juga akan berhenti,” ujar Faisal.

Ia mengatakan, semakin panjang rantai nilai yang dikuasai Indonesia, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Mungkin bahan bakunya sudah tidak tersedia sebanyak sebelumnya, tetapi sumber daya manusia yang telah memiliki kemampuan mengembangkan produk-produk turunannya tetap kita miliki,” katanya.

Faisal menambahkan, konsistensi kebijakan menjadi faktor penting untuk memastikan investasi hilirisasi berjalan dalam jangka panjang.

Menurut dia, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari pembangunan smelter, tetapi juga dari kemampuan menciptakan ekosistem industri, memperkuat rantai pasok domestik, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh daerah penghasil mineral.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra