Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Menguat ke Rp17.730, Gubernur BI: Terima Kasih Pak Purbaya!

Rupiah Menguat ke Rp17.730, Gubernur BI: Terima Kasih Pak Purbaya! Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah akhirnya sukses membalikkan keadaan dengan mencetak tren penguatan tajam dalam beberapa hari terakhir. Momentum kebangkitan mata uang garuda ini terjadi berkat kolaborasi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan yang dipimpin Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Aksi penyelamatan kurs ini sekaligus menyudahi masa-masa sulit rupiah yang sempat babak belur dihantam ketidakpastian global dan tingginya permintaan valas korporasi. Sebelum duet maut ini bergerak, nilai tukar sempat terlempar dalam hingga menyentuh level psikologis Rp18.200 per dolar AS.

"Dengan upaya kita bersama doa kita dan sinergitas yang erat dengan BI dan pemerintah dan koordinasi yang erat. Terima kasih Pak Menteri Keuangan Alhamdulillah membuktikan nilai tukar rupiah menguat dan kita yakin ke depan semakin kuat," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

Laju penguatan rupiah kini bertengger di posisi Rp17.730 per dolar AS berdasarkan pencatatan tanggal 17 Juni 2026. Performa impresif tersebut merefleksikan lonjakan penguatan sebesar 0,76 persen *(point-to-point)* jika dihitung dari posisi jeblok pada akhir Mei 2026 lalu.

Titik balik performa mata uang domestik ini bermula dari intervensi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam pertemuan tanggal 6 Juni 2026 yang meminta kedua instansi fokus pada fungsi masing-masing. BI langsung tancap gas dengan mengguyur pasokan valas berskala masif melalui pasar *spot*, DNDF domestik, hingga transaksi NDF di luar negeri.

Baca Juga: Rupiah Kembali Menguat Terhadap Dolar AS, Gubernur BI Ungkap Sederet Jurus Rahasianya

"Intervensi valas dengan jumlah besar," tegas Perry menceritakan agresivitas BI di pasar uang.

Tidak berhenti di situ, komando moneter juga menyuntikkan daya tarik tambahan lewat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan. Langkah pengetatan suku bunga yang linier dengan BI-Rate ini terbukti ampuh memikat investor asing untuk kembali memarkirkan modal mereka ke dalam aset keuangan tanah air.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy