Iran Peringatkan Amerika untuk Patuhi Kesepakatan Damai Jika Tak Ingin Dipermalukan Lagi
Kredit Foto: Istimewa
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar mematuhi seluruh klausul dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang baru saja disepakati kedua negara.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Iran akan mengikuti arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam mengimplementasikan kesepakatan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa Teheran tidak akan ragu memberikan respons tegas jika Washington menunjukkan itikad buruk.
Baca Juga: 'Bagaimanapun Kami Menang,' Amerika Hanya Akan Penuhi Janjinya Kalau Ada Perubahan Sikap di Iran
"Kami berada di bawah komando Anda. Tugas yang diberikan oleh Pemimpin Tertinggi kepada kami adalah memastikan seluruh syarat dan klausul perjanjian ini terealisasi," kata Ghalibaf, dikutip Jumat (19/6).
Ghalibaf kemudian melontarkan peringatan langsung kepada Amerika Serikat. Menurut dia, Iran siap merespons dengan keras apabila terjadi pelanggaran kesepakatan atau tuntutan yang dianggap berlebihan dari pihak AS.
"Dalam hal terjadi itikad buruk, pelanggaran perjanjian, dan tuntutan yang berlebihan dari pihak lawan, kami tidak akan ragu memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh," ujarnya.
گوشبفرمانیم، وظیفهٔ محولشده به ما توسط مقام معظم رهبری پیگیری تحقق شروط و بندهای تفاهم است.
— محمدباقر قالیباف | MB Ghalibaf (@mb_ghalibaf) June 18, 2026
در صورت بدعهدی، پیمانشکنی و زیادهخواهی طرف مقابل هیچ تردیدی در پاسخ کوبنده به دشمن نداریم.
یکبار در جنگ سیلی خوردند، اگر بخواهند دوباره همان مسیر را بروند سیلی محکمتری خواهند خورد.
Ia juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat, menurut pandangan Iran, telah menerima "tamparan" selama perang yang terjadi sebelumnya.
"Amerika pernah ditampar selama perang. Jika mereka ingin menempuh jalan itu lagi, mereka akan menerima tamparan yang lebih keras," kata Ghalibaf.
Pernyataan keras tersebut muncul di tengah dimulainya implementasi nota kesepahaman antara Washington dan Teheran yang bertujuan mengakhiri konflik serta membuka jalan bagi perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, kedua negara menyepakati kerangka kerja yang mencakup penghentian permusuhan, pembahasan masa depan program nuklir Iran, hingga pelonggaran sejumlah pembatasan ekonomi terhadap Teheran.
Meski demikian, sejumlah pejabat Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan berarti Teheran akan mengendurkan kewaspadaannya terhadap Washington. Pemerintah Iran berkali-kali menyatakan akan terus mengawasi implementasi perjanjian dan menyiapkan langkah balasan jika Amerika dinilai melanggar komitmen yang telah disepakati.
Baca Juga: 'Terlalu Banyak Janji,' Senator Amerika Ingin Menhannya Trump Dicopot Gegara Kacaunya Negosiasi Iran
Peringatan dari Ghalibaf menunjukkan bahwa meski nota kesepahaman telah ditandatangani, hubungan Iran dan Amerika Serikat masih dibayangi ketidakpercayaan mendalam dan potensi gesekan baru apabila salah satu pihak dianggap tidak menjalankan isi kesepakatan secara penuh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: