Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Bantah Sudah Bersedia Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, 'Saya Akan Mati-Matian iya'

Jokowi Bantah Sudah Bersedia Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, 'Saya Akan Mati-Matian iya' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membantah kabar yang menyebut dirinya akan segera resmi mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pembina di partai tersebut.

Jokowi menjelaskan bahwa PSI memiliki mekanisme internal tersendiri yang harus dilalui oleh siapa pun untuk masuk ke dalam jajaran pengurus partai. Ia menegaskan tidak ada proses instan dalam penunjukan tersebut.

"Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan langsung," kata Jokowi saat memberikan keterangan di kediaman pribadinya di Jalan Gang Kutai Utara Nomor 1, Solo.

Dibandingkan membahas isu struktural partai, Jokowi menyatakan saat ini dirinya lebih memilih fokus pada agenda perjalanan politiknya ke berbagai wilayah.

Ia memastikan akan memenuhi semua undangan yang masuk, baik dari masyarakat umum maupun dari kader PSI di daerah.

"Yang paling penting undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI saya hadiri semua," tambah Jokowi.

Saat dikonfirmasi kembali mengenai statusnya dalam safari politik mendatang, mantan Wali Kota Solo ini menepis anggapan bahwa ia bergerak sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Jokowi memperjelas perannya saat ini adalah untuk memberikan dorongan semangat.

"Saya hadir sebagai motivator dan saya akan bekerja mati-matian untuk PSI," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian PSI Ahmad Ali juga sempat memberikan pernyataan mengenai rencana prosesi penjaketan untuk Jokowi. Menurut Ahmad Ali, acara simbolis seperti itu sebenarnya hanya bagian dari seremonial belaka.

Ia menilai, komitmen dan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Jokowi selama ini sudah cukup menggambarkan kedekatan dan posisinya terhadap PSI, meskipun belum ada pengukuhan secara formal.

"Penjaketan atau apapun namanya itu, satu bentuk seremonial. Tapi sebenarnya kalau kemudian kita ikutin rangkaian runutan pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya pikir itu adalah satu bentuk pernyataan yang harusnya bisa dimaknai tentang apakah Pak Jokowi itu PSI atau bukan," ujar Ahmad Ali kepada wartawan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat