Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Turnamen eSports Jadi Arena Literasi Keuangan Berbasis AI bagi Gen Z

Turnamen eSports Jadi Arena Literasi Keuangan Berbasis AI bagi Gen Z Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang adu strategi di arena Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), tetapi juga menjelma sebagai ruang edukasi literasi keuangan berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi antara Polda Jawa Tengah dan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), ribuan peserta dan pengunjung diajak memahami pentingnya investasi dan pengelolaan keuangan sejak dini.

Tunamen yang memperebutkan total hadiah Rp200 juta tersebut dimanfaatkan IPOT untuk menghadirkan program “Generasi Jateng Cerdas Rupiah”. Inisiatif ini menyasar komunitas eSports dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda, yakni memadukan dunia gim dengan edukasi finansial berbasis teknologi AI.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan penyelenggaraan Kapolda Jateng Cup 2026 merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk hadir di tengah generasi digital melalui aktivitas yang positif dan kompetitif. Menurutnya, eSports tidak hanya soal permainan, tetapi juga melatih disiplin, kerja sama tim, kemampuan menyusun strategi, serta sportivitas.

"Kami berharap Kapolda Jateng Cup 2026 dapat menjadi momentum lahirnya talenta muda berprestasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian sosial," ujarnya.

Di sela penyelenggaraan turnamen, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menggelar program literasi keuangan bertajuk "Generasi Jateng Cerdas Rupiah" yang menyasar komunitas eSports dan generasi muda. Inisiatif ini memanfaatkan momentum festival gen-z ini untuk edukasi finansial yang mengubah cara pandang komunitas digital terhadap masa depan keuangan mereka.

IPOT hadir membawa misi besar sebagai AI Transformation Platform for Indonesia dalam turnamen ini. Melalui pendekatan yang sangat relevan dengan dunia gaming, edukasi ini berhasil menjaring minat ratusan anggota komunitas eSports yang hadir di lokasi.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The menyoroti adanya irisan besar antara komunitas eSports Mobile Legends dan investor muda (Gen Z & Milenial) yang kini menjadi tulang punggung pasar modal nasional. Namun, di balik lonjakan masif tersebut, terdapat anomali kritis berupa fenomena FOMO (Fear of Missing Out).

Data SNLIK OJK 2025 menunjukkan ketimpangan tajam. Meski inklusi keuangan anak muda (18–25 tahun) melesat hingga 89,96%, literasi finansial mereka baru menyentuh 73,22%. Kesenjangan sebesar 16,74% ini menjadi alarm keras bahwa 1 dari 5 anak muda nekat berinvestasi tanpa paham risiko, yang berujung pada rendahnya keaktifan pasar, dimana hanya 1 dari 14 investor terdaftar yang aktif bertransaksi setiap bulannya.

Ia menegaskan sebagai institusi platform investasi yang lengkap mulai dari reksa dana, obligasi, ETF dan investasi saham yang tepercaya, serta memiliki Dana Kelolaan (AUM) mencapai kisaran Rp312 triliun dan didukung lebih dari satu juta nasabah, IPOT terus memperkuat perannya sebagai pelopor National AI Transformation Platform, platform investasi berbasis AI yang menggabungkan literasi finansial, teknologi, dan edukasi bagi generasi muda. 

Baca Juga: Heboh Menag Disebut Samakan Pemerintah dengan Fir'aun, Kemenag: Ada Kalimat yang Dipotong

Baca Juga: IPOT Soroti Fenomena FOMO, Banyak Anak Muda Investasi Tanpa Pahami Risiko

Melalui keterlibatan di Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT mendemokratisasikan fitur AI Trading canggih seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit yang dahulu hanya diakses institusi global besar agar dapat digunakan gratis oleh seluruh investor ritel muda Indonesia.

Transformasi ini mengubah peran IPOT melampaui sekuritas konvensional menjadi pusat literasi finansial terintegrasi, dimana teknologi AI Robo Trading berfungsi otomatis sebagai pelindung modal dan penegak disiplin investasi demi menghindari bias emosional. Seluruh ekosistem digital ini dipayungi oleh arsitektur keamanan siber berlapis yang sangat ketat (meliputi SIM OTP, ASDI Device Lock, hingga AI Threat Detection 24/7) untuk mengarahkan kompetensi anak muda dari sekadar pengguna teknologi biasa menjadi investor cerdas AI yang mandiri secara finansial.

"Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, dan sebagai pelopor AI transformation Platform di Indonesia, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik," ungkap dia.

Edukasi yang dibawakan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari di hadapan pengunjung bertajuk "Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI" berhasil mendobrak stigma bahwa literasi keuangan itu rumit dan membosankan. 

IPOT membuktikan bahwa ketangkasan digital, pembacaan data, dan taktik makro yang biasa digunakan para pemain di arena MLBB memiliki kemiripan substantif dengan strategi mengelola modal di pasar keuangan dunia nyata.

"Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam ketangkasan digital seperti bermain game maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial," tegasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: