Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ancam Ekonomi Indonesia, Pengusaha Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Ancam Ekonomi Indonesia, Pengusaha Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Kredit Foto: PT PLN (Persero)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa mulai menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan dunia usaha. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya menghambat aktivitas produksi, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, mengatakan pasokan listrik yang tidak stabil merupakan persoalan mendasar karena listrik menjadi infrastruktur utama yang menopang hampir seluruh kegiatan ekonomi.

Baca Juga: Periksa 94 Saksi dan 26 Ahli, Ini Alasan Polisi Tangkap Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi

"Kadin menerima berbagai laporan dan masukan dari pelaku usaha di sejumlah daerah. Dunia usaha memandang persoalan ini cukup serius karena listrik merupakan infrastruktur dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi," kata Erwin, dikutip Senin (22/6).

Menurut Erwin, dampak pemadaman tidak hanya dirasakan di Pulau Jawa, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di luar Jawa dengan tingkat gangguan yang berbeda-beda.

Sektor yang paling terdampak antara lain industri manufaktur, pengolahan makanan dan minuman, tekstil, logistik rantai dingin (cold chain), pusat data, rumah sakit swasta, pusat perbelanjaan, hotel, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagi industri yang beroperasi secara terus-menerus, pemadaman listrik dinilai sangat merugikan karena dapat menghentikan proses produksi secara tiba-tiba dan mengganggu keseluruhan rantai operasional.

"Bagi industri yang beroperasi secara kontinu, pemadaman tidak hanya menghentikan produksi sementara, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara keseluruhan, meningkatkan risiko kerusakan bahan baku, produk setengah jadi, maupun peralatan produksi," ujar Erwin.

Kadin juga menyoroti meningkatnya beban biaya operasional yang harus ditanggung pelaku usaha akibat gangguan pasokan listrik. Banyak perusahaan terpaksa mengandalkan generator cadangan dengan biaya operasional yang lebih tinggi demi menjaga aktivitas produksi tetap berjalan.

Meski belum memiliki angka pasti terkait kerugian ekonomi secara nasional, Kadin mengaku masih mengumpulkan data dari berbagai daerah untuk menghitung dampak finansial yang ditimbulkan oleh pemadaman bergilir tersebut.

"Saat ini, Kadin masih mengumpulkan data dari berbagai daerah sehingga belum terdapat angka kerugian nasional yang terverifikasi. Namun secara umum, pelaku usaha menghadapi beberapa tambahan beban," katanya.

Kadin mengingatkan bahwa gangguan listrik yang berulang dapat mengurangi kepercayaan investor terhadap kepastian infrastruktur di Indonesia. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat target industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi yang sedang digenjot pemerintah.

Baca Juga: 'Dia Harus Jaga Ucapannya,' Presiden Amerika Ngamuk dan Ancam Ambil Seluruh Wilayah Iran

Menurut Erwin, dunia usaha memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi. Namun yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana frekuensi gangguan dapat ditekan seminimal mungkin dan sistem kelistrikan nasional memiliki kemampuan pemulihan yang cepat agar kegiatan ekonomi tidak terganggu secara berkepanjangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar