Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Koalisi Panik! PDIP Disebut Bisa Guncang Kekuasaan Prabowo–Gibran

Koalisi Panik! PDIP Disebut Bisa Guncang Kekuasaan Prabowo–Gibran Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Ade Armando mengungkapkan alasan partai-partai koalisi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka khawatir jika PDIP bergabung.

Menurutnya, PDIP memiliki basis massa yang besar dan pengaruh politik yang kuat, terlebih sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPR periode 2024–2029.

"Saya paham kalau partai-partai koalisi pemerintah khawatir. PDIP tetap merupakan salah satu partai terbesar di Indonesia. Basis massanya besar. Kursinya di DPR sangat signifikan. Pengaruh Megawati juga masih sangat kuat," ungkap Ade dalam kanal YouTube COKRO TV, dikutip Selasa (23/6).

Ade menilai, jika PDIP masuk pemerintahan, keseimbangan politik di koalisi akan berubah. Partai-partai lain bisa kehilangan ruang pengaruh, baik dalam jabatan menteri, posisi strategis, maupun akses terhadap sumber daya politik.

"Ketika pemain besar masuk ke dalam ruangan, pemain lain biasanya mulai menghitung ulang posisi mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid meminta PDI-P memperjelas sikap politiknya. Ia menilai, jika memilih berada di luar pemerintahan, sebaiknya PDI-P bersikap sebagai oposisi secara tegas, bukandengan posisi yang dianggap masih “abu-abu”.

Jazilul menekankan bahwa partai-partai koalisi sedang berjuang mewujudkan janji-janji Presiden Prabowo, sehingga sikap PDI-P perlu lebih jelas.

“Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," ujar Jazilul, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Prabowo vs Jokowi: Pertarungan Diam-diam di Balik Kasus Roy Suryo

Ia juga mempertanyakan konsep “partai penyeimbang” yang selama ini disampaikan PDI-P. Menurut Jazilul, sikap tersebut belum terlihat nyata dan menimbulkan kesan tidak konsisten. 

"Belum, belum. Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu enggak paham," kata Jazilul. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya